Menu

Mode Gelap
Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

HEADLINE · 15 Agu 2026 18:49 WIB

Karhutla Kembali Terjadi di Tambang Ulang Tanah Laut, Asap Tebal Selimuti Jalan Pelaihari-Banjarmasin


 Petugas melakukan penanganan karhutla di di sisi Jalan Raya Pelaihari–Banjarmasin, Sabtu (15/8/2026).Foto Hadi Ricek.ID Perbesar

Petugas melakukan penanganan karhutla di di sisi Jalan Raya Pelaihari–Banjarmasin, Sabtu (15/8/2026).Foto Hadi Ricek.ID

Ricek.ID- Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali terjadi di wilayah Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Sabtu (15/8/2026) siang.

Kobaran api terlihat membakar semak belukar di sisi Jalan Raya Pelaihari–Banjarmasin. Berdasarkan pantauan sekitar pukul 14.40 WITA, asap tebal membumbung ke udara dan terlihat jelas dari badan jalan.

Petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area lainnya.

Salah seorang pengguna jalan, Heru (45), warga Pelaihari, mengaku melihat kobaran api berada cukup dekat dengan badan jalan saat melintas menuju Pelaihari.

“Kobaran api terlihat cukup dekat dengan jalan raya. Beruntung, di sekitar lokasi yang terbakar tidak ada rumah warga,” tuturnya.

Heru berharap kejadian serupa tidak terus berulang karena asap yang ditimbulkan karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama apabila meluas dan menyebabkan kabut asap.

“Semoga jangan terus-terusan muncul kebakaran seperti ini. Kalau sampai jadi kabut asap, tentu sangat mengganggu kesehatan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah api meluas.

Kondisi lahan yang kering, cuaca panas, serta hembusan angin menjadi sejumlah faktor yang dapat mempercepat penyebaran api. Karena itu, kewaspadaan seluruh pihak dinilai penting, terutama selama kondisi cuaca masih mendukung terjadinya kebakaran lahan.

Pengguna jalan yang melintas di kawasan terdampak asap juga diimbau meningkatkan kehati-hatian, mengurangi kecepatan kendaraan, serta menggunakan pelindung pernapasan apabila kondisi asap semakin pekat.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tarif PTAM Intan Banjar Disorot, LPKSM Minta Transparansi, Manajemen Ungkap Dasar Penetapan

14 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi

14 Agustus 2026 - 01:47 WIB

BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia

11 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Gegerkan Warga Sekumpul, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kontrakan

5 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kg Sabu Senilai Rp311 Miliar Jaringan Freddy Pratama

4 Agustus 2026 - 20:07 WIB

KM Mutiara Sentosa II Terbakar, Kemenhub Gerak Cepat Evakuasi Penumpang

3 Agustus 2026 - 07:50 WIB

Trending di NASIONAL