Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Banjarmasin · 5 Des 2022 14:32 WIB

Kedelai Impor di Banjarmasin Tembus Rp15.000 per Kilogram


 Salah satu toko distributor kedelai di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Perbesar

Salah satu toko distributor kedelai di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Harga kedelai impor di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, kembali mengalami kenaikan.

Relatif kenaikan harga kedelai dalam beberapa bulan terakhir, kini tembus Rp15.000 per kilogram, dari harga awal Rp13.000 per kilogram.

“Naiknya ini secara bertahap, ratusan rupiah aja tapi sehari kadang sampai dua kali kenaikan,” kata Radiansyah, Distributor Kedelai di Pasar Lima Banjarmasin, Senin (5/12/2022).

Meski demikian, kenaikan harga kedelai yang sudah tembus Rp15.000 per kilogram ini, ditambahkan Radiansyah, kemungkinan hanya terjadi di pasokan Kedelai Non Subsidi.

Karena tidak dapat yang subsidi jadi tidak mengetahui harga yang subsidi, kemungkinan lebih di bawah harga yang ada di kami.

Radiansyah, Distributor Kedelai di Pasar Lima Banjarmasin

Kenaikan harga kedelai impor dan terpaksanya mengadakan pasokan dari luar, juga dituturkan Radiansyah, akibat minimnya pasokan yang ada dan melemahnya nilai tukar Rupiah.

“Kedelai yang ada ini impor lantaran hasil panen yang ada di dalam negeri mengalami anjlok, jadi terpaksa mendatangkan dari luar. Tentunya harga berpengaruh juga dengan nilai rupiah dengan dollar,” tuturnya.

Di lokasi berbeda, Naim, distributor kedelai subsidi yang berada di pasar Harum Manis Banjarmasin, mengungkapkan, harga kedelai subsidi di kalangan distributor saat ini Rp.13.500 per kilogram.

“Harga itu ada perubahan dari harga Gudang yang hanya Rp13.300, lantaran ada biaya transportasi dan jasa angkut. Namun harga belakangan ini belum stabil dan berubah-ubah, itu hanya harga sementara saat ini,” ucapnya.

Harga kedelai yang belum stabil dan cenderung mengalami kenaikan, juga dikatakan Naim berdampak pada penjualan yang mengalami penurunan.

“Omset penjualan belakangan ini mengalami penurunan yang cukup drastis, kalau dipersentasekan lebih 50 persen menurunnya. Bahkan biasanya terjual 100 ton dalam sebulan, dua bulan terakhir ini hanya 30-40 ton,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Lantik Pengurus IKMABAN Periode 2026/2027, Sekda Banjarmasin Dorong Pembangunan Program Produktif

21 Juni 2026 - 20:54 WIB

Wali Kota Banjarmasin Raih Penghargaan dalam Malam Anugerah SMSI 2026

18 Juni 2026 - 21:00 WIB

Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wali Kota Banjarmasin Apresiasi Pemandangan Umum Fraksi DPRD

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Dukung Pelestarian Budaya, Wali Kota Banjarmasin Buka Pagelaran MUCIBU FEST 2026

14 Juni 2026 - 17:36 WIB

Sekda Banjarmasin Pimpin Rakor Penataan Kawasan Cagar Budaya Kuin

13 Juni 2026 - 18:12 WIB

Lepas Kontingen SOIna Banjarmasin, Sekda Tegaskan Komitmen Dukung Olahraga Disabilitas

12 Juni 2026 - 18:53 WIB

Trending di Banjarmasin