Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

NASIONAL · 22 Jun 2026 20:30 WIB

Naik Peringkat, Indonesia Terbaik Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim


 Naik Peringkat, Indonesia Terbaik Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim Perbesar

Ricek.ID – Indonesia kembali catatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, diwakili Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, mengatakan pencapaian ini menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah muslim yang kompetitif di dunia.

“Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada 2025,” katanya saat menerima penghargaan di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena pada Kamis (18/6/2026).

Bayu Aji mengapresiasi CrescentRating dan Mastercard atas penyelenggaraan GMTI 2026 sekaligus mengungkapkan rasa bangga atas peningkatan peringkat Indonesia.

“Atas nama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada CrescentRating dan Mastercard atas penyelenggaraan GMTI 2026. Indonesia berhasil meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year, meningkat dari posisi kelima pada tahun lalu,” ujarnya.

Pemeringkatan GMTI menggunakan kerangka penilaian ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator. Pada aspek Access, penilaian meliputi konektivitas, kemudahan persyaratan visa, serta infrastruktur transportasi.

Pada aspek Communication, penilaian mencakup kemampuan bahasa, promosi destinasi, serta tingkat kesadaran para pemangku kepentingan terhadap wisata ramah Muslim. Sementara itu, aspek Environment menilai utilitas dasar, keamanan, keberlanjutan, serta faktor pendukung lainnya.

Adapun pada aspek Services, indikator yang dinilai meliputi ketersediaan tempat ibadah atau masjid, pilihan makanan halal, fasilitas ramah Muslim di bandara, akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim, hingga pengalaman wisata dan atraksi berbasis warisan budaya Islam.

Secara keseluruhan, Indonesia memperoleh skor 79, menjadi capaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam GMTI. Peningkatan ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.

Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang telah dijalankan Kementerian Pariwisata, antara lain penguatan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata, pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 bekerja sama dengan Bank Indonesia, penguatan promosi destinasi melalui Indonesia.travel, penyusunan pedoman layanan dasar pariwisata ramah Muslim, serta penyusunan petunjuk teknis pengembangan destinasi pariwisata ramah Muslim.

Bayu Aji optimistis Indonesia mampu terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing sehingga dapat kembali menempati posisi teratas pada pemeringkatan GMTI tahun mendatang.

“Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of The Year’ pada tahun depan,” katanya.

Prestasi ini menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan destinasi yang nyaman, inklusif, dan berkualitas bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tunda Penerapan Pajak Marketplace

7 Agustus 2026 - 01:57 WIB

Percepat Transformasi BUMN & Penyelesaian Isu Strategis, Kepala BP BUMN Temui Menkeu

7 Agustus 2026 - 01:54 WIB

Stabilkan Fiskal Daerah Sesuai Arahan Presiden, Kemenkeu Salurkan Bantuan Rp20,5 Triliun

7 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ditengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Indonesia di Semester I 2026 Tumbuh 5,45 Persen

7 Agustus 2026 - 01:49 WIB

Hadapi Penyebaran Hoaks yang Ganggu Ketertiban & Stabilitas Nasional, Pemerintah akan Lakukan Tindakan Terukur

6 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,29 Persen, BPS Sebut Didorong Konsumsi Rumah Tangga & Investasi

5 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Trending di EKOBIS