Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Banjar · 17 Jan 2025 21:44 WIB

Keluh Nenek Senja Berkaki ‘Tiga’ di Tengah Kepungan Banjir


 Nenek Rohani Ahmad (75), warga Desa Mekar, Martapura Timur hanya pasrah rumahnya tak kunjung dapat program bedah rumah. foto-haris Perbesar

Nenek Rohani Ahmad (75), warga Desa Mekar, Martapura Timur hanya pasrah rumahnya tak kunjung dapat program bedah rumah. foto-haris

Riceknews.id – Kisah seorang nenek berjuang di tengah kepungan banjir. Rohani Ahmad namanya, usianya genap 75 tahun. Tinggal bersama satu anaknya di Desa Mekar, Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Tampak dari rumahnya, langit – langit rumah berbahan triplek sudah lapuk, cat dinding luntur, menunjukkan rumah ini tak sekali diterjang banjir yang puncaknya 2021 silam.

Sialnya, banjir terus berlanjut saban penghujan. Pada Jumat dini hari tadi, nenek bergegas menyelamatkan hartanya dari banjir. Ia tidak ingin pengalaman masa lampau kembali terjadi.

“Banyu (air) di sekitar rumah sudah merembes ke bagian kamar,” tuturnya.

Ironinya, dia belum pernah menerima bantuan terdampak bencana banjir dari pemerintah sejak banjir besar 2021. Maklum, rumahnya masuk ke dalam gang. Pun ada bantuan, sering habis di pinggir jalan. Warga rebutan bantuan.

“Batis (kaki) selalu belancat (kutu air), kada (tidak) pernah sama sekali menerima bantuan dari pemerintah,” keluhnya.

Bagian dapur rumah terendam banjir. Tempat buang hajatnya tak terkecuali. Hal yang mungkin dianggap sepele namun sangat mengganggu aktivitas.

Rohani dengan tertatih harus berjalan menggunakan tongkat untuk ke musala agar dapat mandi dan buang air besar maupun kecil.

“Kebetulan rumah dekat dengan musala, jadi harus lebih hati – hati karena halaman rumah licin,” imbuhnya.

Rohani mengungkapkan bahwa tadi malam sempat di rumahnya, ada hewan anak biawak yang lari di ruang utama.

“Anak biawak ni kuitannya (induk) ganal banar (besar), seukuran urang tuha (manusia dewasa). Kami selalu was-was takut ada hewan buas seperti ular ke sini,” khawatirnya.

Kemudian ia mengungkapkan, semua peralatan elektronik sudah dia amankan bersama anaknya.

“Semoga banjir tahun ini kada besar seperti tahun 2021, saat itu warga di Mekar mengungsi di musholla samping rumah ini,” asanya.

Pewarta: Haris Pranata

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Cetak Regenerasi Seniman Muda, Disbudporapar Banjar Tutup Pelatihan Musik Panting

30 Juni 2026 - 06:10 WIB

Melalui INTAN SIKAPAYU, Bandi Chairullah Raih Juara I LKTI Kabupaten Banjar 2026

30 Juni 2026 - 06:08 WIB

Gelar Laboratorium Inovasi 2026, Pemkab Banjar Targetkan 64 Inovasi Daerah

29 Juni 2026 - 19:05 WIB

Melalui Peringatan Harganas ke-33, Wabup Banjar Soroti Pentingnya Peran Ayah

29 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ketum Tani Merdeka Indonesia Minta Pengurus DPD Banjar Aktif Dampingi Petani hingga Pelosok Desa

28 Juni 2026 - 18:11 WIB

DPD Tani Merdeka Kabupaten Banjar Dilantik, Siap Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

28 Juni 2026 - 18:07 WIB

Trending di ADVERTORIAL