Tanah Laut-Kemarau yang berlangsung berkepanjangan membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut terdampak kekeringan dan kabut asap. Sebagai bentuk ikhtiar, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggelar Salat Istisqa dan doa bersama di halaman Kantor Pemkab Tanah Laut, Senin (24/8/2026) pagi.
Salat Istisqa yang dipimpin KH Abdurrahman Husein tersebut diikuti jajaran pemerintah daerah bersama berbagai unsur, di antaranya Kejaksaan Negeri Tanah Laut, Kodim 1009/Tanah Laut, Polres Tanah Laut, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Forkopimda, jajaran pegawai Pemkab Tanah Laut, serta organisasi kemasyarakatan lainnya.
Bupati Tanah Laut H. Rahmat mengatakan, kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir mulai memberikan dampak terhadap masyarakat, terutama munculnya kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kabut asap.
Menurutnya, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, termasuk dari sisi kesehatan.
“Kabut asap saat ini berdampak seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Personel Kodim, Polres, relawan, BPBD, Damkar Tanah Laut dan personel sudah standby di titik rawan karhutla seperti posko di wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kecamatan Tambang Ulang, Kecamatan Bumi Makmur,” ungkap H. Rahmat.
Pemkab Tanah Laut juga mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan dan pelajar.
“Kabut asap juga berdampak pada kesehatan. Pemkab Tala membagikan masker ke sekolah, kecamatan, desa, serta mengeluarkan surat edaran tentang jam masuk sekolah bagi yang terdampak kabut asap,” lanjutnya.
Di tengah kondisi tersebut, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera diturunkan.
Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjaga wilayah dari potensi kebakaran.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.
“Mari kita bersama-sama berikhtiar melalui Salat Istisqa memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan. Kita juga harus menjaga alam dan disiplin diri, jangan membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi kering disertai angin kencang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran,” katanya.
Bupati berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali membaik, ketersediaan air masyarakat terjaga, serta ancaman karhutla dan kabut asap dapat berkurang.
Bagi masyarakat Tanah Laut, hujan tidak hanya dinantikan untuk mengakhiri panas dan kekeringan, tetapi juga diharapkan mampu membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan serta dampak kabut asap yang belakangan mengganggu aktivitas warga.
Melalui Salat Istisqa dan doa bersama, pemerintah daerah bersama masyarakat berharap ikhtiar tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi kemarau panjang sekaligus menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat.













