Menu

Mode Gelap
Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

ADVERTORIAL · 26 Jun 2026 18:05 WIB

Kemenhut & Pemkab Banjar Gelar FGD Perhutanan Sosial, Dorong Pengembangan Kawasan Hutan & Pedesaan


 Kemenhut & Pemkab Banjar Gelar FGD Perhutanan Sosial, Dorong Pengembangan Kawasan Hutan & Pedesaan Perbesar

Ricek.ID – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Focus Group Discussion (FGD) Integrated Area Development (IAD) atau Area Pembangunan Terpadu berbasis Perhutanan Sosial di Aula Kantor Bapperida Martapura pada Kamis (25/6/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar Yudi Andrea, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), peserta FGD, serta para undangan lainnya.

Yudi Andrea mengatakan Kabupaten Banjar memiliki sumber daya alam yang besar, termasuk kawasan hutan dan wilayah pedesaan yang memiliki nilai ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Potensi tersebut perlu dikelola secara seimbang agar mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yudi, salah satu pendekatan yang didorong Pemkab Banjar adalah melalui konsep Integrated Area Development (IAD) berbasis Perhutanan Sosial. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, ekonomi serta pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Ia menjelaskan, melalui pendekatan tersebut, perhutanan sosial tidak hanya dipandang sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan hutan, tetapi juga menjadi instrumen untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.

“Melalui pendekatan ini, perhutanan sosial tidak hanya dipandang sebagai upaya menjaga kawasan hutan, tetapi juga sebagai instrumen untuk membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif, peningkatan kapasitas kelompok, pengolahan hasil serta perluasan akses pasar,” katanya.

FGD ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan kawasan yang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui program perhutanan sosial.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

299 Warga Binaan Rutan Pelaihari Terima Remisi HUT ke-81 RI, 6 Langsung Bebas

18 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Disbudporapar Banjar Perkuat Promosi Budaya Lewat Media Digital

17 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Tutup Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026, Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa & Negara

17 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Wagub Kalsel Hasnuryadi Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81

17 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Gubernur Kalsel Serahkan SK Remisi HUT RI ke-81 Kepada 6.189 Warga Binaan

17 Agustus 2026 - 22:55 WIB

HUT ke-81 RI di Desa Lokpaikat Meriah, Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat hingga Panjat Pinang

17 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Trending di DAERAH