Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

NASIONAL · 4 Jul 2026 12:43 WIB

Kemenpora Dorong Industri Olahraga & Sport Tourism sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional


 Kemenpora Dorong Industri Olahraga & Sport Tourism sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional Perbesar

Ricek.ID – Melalui pengembangan industri olahraga dan sport tourism, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tegaskan paradigma baru dalam pembangunan olahraga nasional. Kemenpora akan menjadikan olahraga sebagai sektor strategis yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi, memperkuat citra Indonesia di dunia, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam siaran persnya pada Jumat (3/7/2026) mengatakan olahraga tidak lagi dapat dipandang sebagai beban anggaran (cost center), melainkan sebagai peluang pendapatan (revenue opportunity) yang memiliki dampak ekonomi luas bagi berbagai sektor.

“Olahraga selama ini dipersepsikan sebagai suatu cost atau beban. Padahal sejatinya olahraga saat ini mesti dilihat sebagai suatu revenue opportunity atau potensi pendapatan dan national branding,” ujarnya

Menurut Erick, perubahan paradigma tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan olahraga sebagai salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Menpora menjelaskan secara global sektor sport tourism menghasilkan nilai ekonomi sekitar US$625 miliar atau hampir Rp9.800 triliun, dengan pertumbuhan sekitar delapan persen per tahun. Angka tersebut dinilai menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam, destinasi wisata, dan potensi penyelenggaraan berbagai event olahraga.

Selain sektor wisata olahraga, industri olahraga dunia juga terus berkembang dengan nilai mencapai US$521 miliar atau sekitar Rp8.000 triliun, dan diproyeksikan tumbuh hingga 25 persen pada 2032.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Kemenpora mendorong penyelenggaraan lebih banyak kompetisi olahraga yang mampu menggerakkan sektor ekonomi lain seperti perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga usaha mikro dan ekonomi kreatif.

Salah satu contohnya adalah meningkatnya penyelenggaraan lomba lari di berbagai daerah. Saat ini terdapat sekitar 104 event maraton di Indonesia yang melibatkan lebih dari 10 juta pelari, sehingga menciptakan permintaan terhadap perlengkapan olahraga, akomodasi, serta berbagai layanan pendukung lainnya.

Erick Thohir juga mencontohkan penyelenggaraan ajang internasional seperti MotoGP Mandalika yang telah menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp4,9 triliun. Kehadiran event tersebut turut mendorong pertumbuhan usaha kuliner, penginapan, investasi vila, hingga peningkatan kunjungan wisata ke destinasi lain di sekitar kawasan Mandalika.

Menurutnya, efek berganda (multiplier effect) dari penyelenggaraan event olahraga menjadi alasan pemerintah terus memperkuat ekosistem olahraga nasional melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Di sisi lain, kompetisi liga olahraga domestik juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Saat ini liga sepak bola nasional diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp700 miliar, sedangkan liga bola basket mencapai sekitar Rp60 miliar, di luar belanja masing-masing klub.

Karena itu, Kemenpora mendorong lahirnya lebih banyak liga olahraga profesional agar manfaat ekonomi dapat dirasakan semakin luas, sebagaimana yang telah berkembang di berbagai negara maju.

Kebijakan tersebut mendukung implementasi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat prestasi olahraga nasional sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan industri olahraga, sport tourism, investasi, dan ekonomi kreatif.

Selain pengembangan industri olahraga, Kemenpora juga terus menjalankan program pembinaan atlet jangka panjang, penyempurnaan regulasi keolahragaan, penguatan kerja sama lintas kementerian, penyusunan skema dana pensiun atlet, serta pemerataan akses pembinaan bagi olahraga disabilitas sebagai bagian dari transformasi ekosistem olahraga Indonesia menuju lebih profesional dan berkelanjutan.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Tercepat di World Climbing Series Krakow 2026, Desak Made Persembahkan Emas bagi Indonesia

5 Juli 2026 - 20:36 WIB

Hasnuryadi Sulaiman Resmi Pimpin KONI Kalsel, Targetkan 10 Besar di PON Mendatang

5 Juli 2026 - 17:38 WIB

Targetkan Kecepatan Internet Nasional 100 Mbps, Kemkomdigi Optimis Tercapai Dalam Dua Tahun

5 Juli 2026 - 17:28 WIB

Menpora Lepas 3.500 Pelari dalam Bhinneka Run 2026 di TMII Jakarta

5 Juli 2026 - 17:24 WIB

Dukung Penyelenggaraan Haji 2026, Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj RI

5 Juli 2026 - 17:20 WIB

Berikan Kuliah Umum di Undip, Menkeu Dorong Optimisme Hadapi Dinamika Ekonomi Global

5 Juli 2026 - 17:15 WIB

Trending di EKOBIS