Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

DAERAH · 24 Feb 2026 14:18 WIB

Kepala DPKP Banjar: Penyebab Kebakaran Didominasi Korsleting Listrik


 ilustrasi Perbesar

ilustrasi

Martapura, Ricek.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar mengungkapkan penyebab kebakaran paling dominan yaitu arus pendek listrik atau korslet pada tahun 2025.

Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto mengatakan, rumah terbakar yang mengalami korsleting karena kabel semrawut dan aus.

“Tidak bisa disalahkan juga warga karena biasanya terjepit kondisi ekonomi untuk memperbaiki kabel itu. Kalau kami selalu melakukan pencegahan berupa sosialisasi penanganan pertama kebakaran,” kata Agus, Selasa (24/2/2026).

Sementara itu, terkait capaian kinerja tidak tercapai saat Rapat Evaluasi Pembangunan 2025 kemarin, Agus menambahkan kalau kebakaran tidak bisa diprediksi.

“Kebakaran itu ‘unpredictable’ (tidak dapat diprediksi). Nah dari penanggulangan kebarakan itu kami tidak mencapai target terbalik. Target yang ditentukan oleh Bappedalitbang tidak boleh lebih dari 61 kebakaran. Tapi pada tahun 2025 terjadi 65 kebakaran,” tambahnya.

Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto. foto: Haris Pranata (ricek.id)

Ia melanjutkan, enam puluh lima kebakaran itu berdampak kepada 86 unit bangunan.

“tiga puluh sembilan bangunan rusak parah, sepuluh rusak sedang, dan 37 bangunan rusak ringan. Rata-rata penyebab kebakaran di antara bangunan itu ya karena korsleting listrik yang dipicu kondisi jaringan instalasi listrik sudah memasuki masa aus dan perlu peremajaan secara massif,” pungkasnya.

Keterhambatan ekonomi dalam memelihara jaringan instalasi listrik di setiap rumah warga perlu intervensi oleh pemerintah. Terutama Pembangkit Listrik Negara (PLN) seharusnya memberikan program yang dapat mengurangi kejadian kebakaran. Agar kebakaran yang dapat menghabisi harta, benda, manusia sekalipun dapat dicegah.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Ketua TP PKK Kalsel Dukung Lomba Kreasi MPASI Tepat Gizi & Sesuai Usia

28 Juli 2026 - 20:45 WIB

Gubernur Kalsel Sampaikan Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026

28 Juli 2026 - 20:40 WIB

Pemkab Kotabaru Hadiri Sosialisasi ASN Pra Pensiun & Silaturahmi Pengajian Nasabah Pensiunan Eksisting BSI

28 Juli 2026 - 12:57 WIB

16 Tim Pelajar Putri Berlaga Rebut Juara di PERWOSI CUP I 2026

28 Juli 2026 - 12:53 WIB

Audiensi dengan PLN UP3 Banjarmasin, Pemko Banjarmasin Dorong Percepatan Penanganan Pemadaman Bergilir

27 Juli 2026 - 19:53 WIB

Kabupaten Banjar Dilanda Pemadaman Listrik, Bupati Minta Satpol PP Perkuat Pengamanan

27 Juli 2026 - 19:50 WIB

Trending di ADVERTORIAL