Menu

Mode Gelap
KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan

DAERAH · 24 Feb 2026 14:18 WIB

Kepala DPKP Banjar: Penyebab Kebakaran Didominasi Korsleting Listrik


 ilustrasi Perbesar

ilustrasi

Martapura, Ricek.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar mengungkapkan penyebab kebakaran paling dominan yaitu arus pendek listrik atau korslet pada tahun 2025.

Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto mengatakan, rumah terbakar yang mengalami korsleting karena kabel semrawut dan aus.

“Tidak bisa disalahkan juga warga karena biasanya terjepit kondisi ekonomi untuk memperbaiki kabel itu. Kalau kami selalu melakukan pencegahan berupa sosialisasi penanganan pertama kebakaran,” kata Agus, Selasa (24/2/2026).

Sementara itu, terkait capaian kinerja tidak tercapai saat Rapat Evaluasi Pembangunan 2025 kemarin, Agus menambahkan kalau kebakaran tidak bisa diprediksi.

“Kebakaran itu ‘unpredictable’ (tidak dapat diprediksi). Nah dari penanggulangan kebarakan itu kami tidak mencapai target terbalik. Target yang ditentukan oleh Bappedalitbang tidak boleh lebih dari 61 kebakaran. Tapi pada tahun 2025 terjadi 65 kebakaran,” tambahnya.

Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto. foto: Haris Pranata (ricek.id)

Ia melanjutkan, enam puluh lima kebakaran itu berdampak kepada 86 unit bangunan.

“tiga puluh sembilan bangunan rusak parah, sepuluh rusak sedang, dan 37 bangunan rusak ringan. Rata-rata penyebab kebakaran di antara bangunan itu ya karena korsleting listrik yang dipicu kondisi jaringan instalasi listrik sudah memasuki masa aus dan perlu peremajaan secara massif,” pungkasnya.

Keterhambatan ekonomi dalam memelihara jaringan instalasi listrik di setiap rumah warga perlu intervensi oleh pemerintah. Terutama Pembangkit Listrik Negara (PLN) seharusnya memberikan program yang dapat mengurangi kejadian kebakaran. Agar kebakaran yang dapat menghabisi harta, benda, manusia sekalipun dapat dicegah.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tinjau Lahan Kahutla, Wagub Kalsel Turun Langsung Lakukan Pemadaman

12 September 2026 - 14:48 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Tanah Laut Berganti, Kapolres Tekankan Loyalitas dan Soliditas

12 September 2026 - 13:32 WIB

Peserta SESPIMTI Polri Gali Penanganan Karhutla di Tanah Laut

12 September 2026 - 11:58 WIB

Wapres Minta Kepala Daerah Aktif Turun ke Lapangan Tangani Karhutla

11 September 2026 - 04:40 WIB

Wapres RI Tekankan Perlindungan Anak dari Dampak Asap Karhutla

11 September 2026 - 04:38 WIB

Wapres Gibran Minta Maksimalkan Modifikasi Cuaca Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 04:36 WIB

Trending di ADVERTORIAL