Menu

Mode Gelap
Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

NASIONAL · 13 Okt 2025 10:09 WIB

Komdigi Luncurkan IGRS, Indonesia Pelopor Klasifikasi Gim Nasional di ASEAN


 Menteri Komdigi, Meutya Hafid dalam acara Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Conference 2025 di The Stones Hotel, Bali, Sabtu (11/10/2025). Foto: Bismo Agung/Ditjen KPM Perbesar

Menteri Komdigi, Meutya Hafid dalam acara Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Conference 2025 di The Stones Hotel, Bali, Sabtu (11/10/2025). Foto: Bismo Agung/Ditjen KPM

Bali, Ricek.ID – Menjelang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah meluncurkan Indonesia Game Rating System (IGRS). Sistem ini menjadi panduan bagi orang tua dan masyarakat untuk memilih gim yang sesuai dengan usia anak.

Dengan IGRS, Indonesia kini menjadi negara pelopor di Asia Tenggara yang memiliki sistem klasifikasi gim nasional berbasis nilai dan kearifan lokal. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), untuk menciptakan ruang digital yang aman sekaligus mendukung industri kreatif di tanah air.

“Penerapan IGRS dilakukan untuk melindungi industri gim, namun di saat yang sama juga melindungi para pemain, khususnya anak-anak,” ujar Menteri Komdigi, Meutya Hafid, di The Stones Hotel, Bali, Sabtu (11/10/2025). Pernyataan ini disampaikan usai acara Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Conference 2025.

Meutya menekankan bahwa IGRS sangat penting sebagai pedoman bagi orang tua untuk mengetahui gim yang layak dimainkan oleh anak dan sejalan dengan norma serta budaya Indonesia. “Orang tua bisa lebih tenang karena pengembang gim ke depan akan mengumumkan usia yang tepat untuk memainkan gim tersebut,” tambahnya.

Menurut Meutya, IGRS juga merupakan bentuk pengawasan terhadap ruang digital. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden (PP) TUNAS yang bertujuan melindungi anak-anak dari paparan konten tidak sesuai usia.

Inisiasi IGRS telah dimulai sejak 2016 melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik. Regulasi ini kemudian diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim.

Dalam regulasi tersebut, semua gim yang beredar di Indonesia, baik lokal maupun global, diklasifikasikan berdasarkan kelompok usia: 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Peluncuran IGRS menegaskan bahwa kemajuan digital Indonesia tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perlindungan anak dan pembentukan generasi digital yang lebih sehat di masa depan. (*)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Garuda Indonesia Kembali Buka Rute Bandung-Denpasar, Kemenhub Berikan Sambutan Baik

15 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Tarik Talenta Istimewa Indonesia, Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas

15 Agustus 2026 - 03:49 WIB

Indonesia Umumkan Pusat Finansial Internasional & Dorong Pembiayaan Proyek Strategis Jangka Panjang

15 Agustus 2026 - 03:47 WIB

Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global, Presiden Prabowo Siapkan Bursa Mineral Strategis

15 Agustus 2026 - 03:44 WIB

Perketat Disiplin Fiskal, Efisiensi Pengadaan Ditargetkan Hemat Rp360 Triliun

15 Agustus 2026 - 03:42 WIB

Presiden Dorong Ekonomi Hijau Untuk Ciptakan Nilai Nyata bagi Rakyat

15 Agustus 2026 - 03:40 WIB

Trending di NASIONAL