Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

ADVERTORIAL · 28 Jul 2026 21:21 WIB

Maksimalkan Persiapan Evaluasi, Sekda Banjar Dorong OPD Hadirkan Pelayanan Publik yang Berkualitas


 Maksimalkan Persiapan Evaluasi, Sekda Banjar Dorong OPD Hadirkan Pelayanan Publik yang Berkualitas Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus perkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar Yudi Andrea saat membuka Rapat Pendampingan dan Sharing Session Persiapan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP) Lokus Prioritas Tahun 2026, di Ruang Andromeda, William Tandiono Building, Holiday Inn Express & Suites Gambut pada Selasa (28/7/2026).

Sekda menekankan pelayanan publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wajah pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat. Menurutnya, tingkat kepuasan publik menjadi indikator nyata dari akuntabilitas, transparansi dan integritas birokrasi yang dibangun pemerintah daerah.

“Pelayanan publik sejatinya adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Kepuasan publik yang kita peroleh merupakan indikator nyata dari akuntabilitas, transparansi serta integritas birokrasi yang kita bangun,” ujar Yudi.

Sekda mengungkapkan Kabupaten Banjar berhasil mencatatkan Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,66 dan meraih predikat Pelayanan Prima, sekaligus menjadi capaian tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan. Prestasi tersebut, lanjutnya, merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, baik lokus evaluasi nasional maupun unit layanan mandiri.

Ia menyebut sejumlah perangkat daerah yang turut berkontribusi dalam capaian tersebut, di antaranya Disdukcapil, Dinas Pendidikan, DPMPTSP, DinsosP3AP2KB, DPKP, DPUPRP, BPKPAD, Dispersip, RSUD Ratu Zalecha serta 25 UPTD Puskesmas.

Lebih lanjut, Yudi menjelaskan dalam kerangka pembangunan nasional, instrumen PEKPPP berfungsi memastikan layanan pemerintah tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Memasuki tahun 2026, pemerintah daerah dihadapkan pada perubahan mekanisme pelaksanaan yang terbagi menjadi PEKPPP Prioritas dan PEKPPP Mandiri.

“Perubahan ini menuntut kesiapan yang lebih matang dalam penyusunan eviden atau data dukung dan pemenuhan indikator. Terlebih lagi, PEKPPP Mandiri kini diwajibkan bagi perangkat daerah yang mendukung program direktif Presiden, meliputi sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, perizinan, kependudukan, hingga tata kelola infrastruktur,” jelasnya.

Yudi juga mengingatkan Kementerian PANRB akan menetapkan lokus-lokus prioritas yang menjadi fokus utama evaluasi nasional. Karena itu, ia menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah untuk memberikan perhatian penuh terhadap validitas data dukung, memperkuat koordinasi internal, serta melakukan pengawasan berkala terhadap progres persiapan.

“Jangan biarkan PEKPPP hanya menjadi rutinitas formalitas tahunan. Jadikanlah ini sebagai momentum transformasi budaya kerja yang benar-benar berorientasi melayani masyarakat,” tegas Sekda.

Sementara itu Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Banjar Santi Nurlela menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan kepada 11 perangkat daerah yang ditetapkan sebagai lokus prioritas penilaian nasional tahun 2026. Menurutnya, kebijakan pusat tahun ini mengalami perluasan cakupan dari sebelumnya hanya dua lokus menjadi 15 urusan pelayanan, sehingga terdapat 11 OPD yang menjadi fokus evaluasi nasional.

Santi menambahkan, kegiatan sharing session menghadirkan praktik baik dari Disdukcapil yang pada tahun sebelumnya berhasil meraih nilai Prima dengan kategori sangat tinggi (A). Praktik tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan referensi strategi bagi perangkat daerah lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

“Harapannya, praktik baik dari Disdukcapil dapat memotivasi perangkat daerah lain untuk memperkuat strategi pelayanan, memperbaiki eviden dan menjaga kualitas layanan agar performa Kabupaten Banjar dalam penilaian pelayanan publik tetap berada pada level terbaik,” tutupnya.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8,1 Persen, Kalsel Jadikan Inovasi Penggerak Transformasi Pembangunan

28 Juli 2026 - 21:34 WIB

Perkuat Hilirisasi Industri, DPMPTSP Kalsel Dorong Pengembangan & Investasi Budidaya Ikan Gabus

28 Juli 2026 - 21:31 WIB

Angkat Semangat Budaya & Kemajuan Banua, Tema & Logo HUT ke-76 Provinsi Kalsel Ditetapkan

28 Juli 2026 - 21:28 WIB

Siapkan Pemuda sebagai Calon Pemimpin, Disbudporapar Banjar Gelar Pelatihan Kemampuan Public Speaking

28 Juli 2026 - 21:25 WIB

Wabup Banjar Lantik 100 Dewan Hakim & Panitera MTQ XLIX

28 Juli 2026 - 21:23 WIB

Gelar Lomba Desain Sasirangan Pewarna Alam, Banjarbaru Dorong UMKM Masuk Pasar Global

28 Juli 2026 - 21:18 WIB

Trending di Banjarbaru