Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

NASIONAL · 1 Mei 2026 22:31 WIB

May Day 2026, KSPSI Apresiasi Peran Pemerintah Satukan Buruh


 May Day 2026, KSPSI Apresiasi Peran Pemerintah Satukan Buruh Perbesar

Ricek.ID – Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), M. Jumhur Hidayat sampaikan apresiasi atas upaya penguatan persatuan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada Jumat (1/5/2026).

Jumhur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap kalangan pekerja.

Ia menilai, upaya pemerintah dalam membangun komunikasi dan kebersamaan telah mendorong terwujudnya soliditas di kalangan buruh.

“Kami berterima kasih atas upaya yang dilakukan untuk memperkuat persatuan buruh. Dengan kebersamaan ini, kami optimistis berbagai harapan dapat terwujud,” ujarnya.

Jumhur menyampaikan komunikasi antara pemerintah, aparat, dan berbagai elemen buruh semakin intensif, sehingga mendorong terciptanya suasana yang kondusif dalam peringatan Hari Buruh tahun ini.

Ia berharap momentum tersebut dapat terus dijaga sebagai dasar untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja di Indonesia.

Peringatan May Day 2026 di Monas menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah dan kalangan buruh dalam membangun dunia kerja yang lebih baik.

Sementara itu Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea menegaskan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 menjadi momentum strategis untuk menguji arah kebijakan ketenagakerjaan nasional di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika pasar tenaga kerja domestik.

Menurut Andi Gani, sedikitnya terdapat 11 tuntutan utama yang disuarakan buruh tahun ini yang mencerminkan pergeseran isu dari sekadar normatif menjadi agenda struktural yang terbagi dalam tiga klaster utama, yakni perlindungan pendapatan, kepastian kerja, dan reformasi sistem jaminan sosial.

“Dari sisi pendapatan, buruh mendorong kenaikan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebagai respons terhadap tekanan daya beli. Dengan lebih dari 60 persen pendapatan buruh terserap untuk kebutuhan dasar, kebijakan fiskal dinilai menjadi instrumen penting untuk menjaga konsumsi rumah tangga pekerja”, ujarnya.

Selain itu, tingginya beban biaya hunian yang mencapai 20–30 persen dari pendapatan turut menjadi perhatian, karena itu program pembangunan perumahan dinilai tidak hanya berdampak pada sektor properti, tetapi juga sebagai bagian dari kebijakan redistribusi pendapatan.

Sementara itu, isu kepastian kerja tercermin dari tuntutan penghapusan sistem outsourcing dan penolakan terhadap upah murah, sehingga Buruh menilai percepatan pembahasan regulasi ketenagakerjaan menjadi krusial untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga keseimbangan antara fleksibilitas pasar tenaga kerja dan perlindungan pekerja.

Tekanan terhadap sektor industri juga mengemuka, khususnya pada industri tekstil dan nikel yang dinilai menghadapi risiko penurunan kinerja akibat persaingan global yang berpotensi memicu peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) jika tidak diantisipasi melalui kebijakan yang tepat.

Selain itu, sektor industri semen yang mengalami kelebihan pasokan turut menjadi perhatian, karena itu usulan moratorium produksi perlu dikaji berbasis data kapasitas nasional dan proyeksi permintaan agar tidak menimbulkan distorsi pasar.

Dalam aspek perlindungan sosial, penguatan jaminan hari tua menjadi tuntutan strategis, karena skema ini dinilai tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan pasca-kerja, tetapi juga sebagai instrumen stabilisasi sosial jangka panjang.

Buruh juga mendorong ratifikasi standar internasional seperti International Labour Organization Konvensi 190, yang menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kekerasan dan pelecehan di tempat kerja sebagai bagian dari indikator global decent work.

Di sektor ekonomi digital, tuntutan penurunan potongan tarif ojek online menjadi sorotan, dimana Pemerintah dianggap perlu untuk menghadirkan regulasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan platform dan pekerja, tanpa mengganggu keberlanjutan model bisnis.

Isu pekerja rumah tangga juga kembali mengemuka, namun regulasi perlindungan pekerja rumah tangga belum terselesaikan, padahal sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dengan tingkat kerentanan tinggi.

Sehingga Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dinilai dapat menjadi indikator komitmen negara dalam memperluas perlindungan tenaga kerja, termasuk sektor informal.

Dari sisi pembiayaan, dorongan terhadap akses kredit rakyat dengan bunga maksimal 5 persen menjadi bagian dari upaya meningkatkan mobilitas ekonomi pekerja, karena dinilai efektif jika diiringi dengan penguatan literasi keuangan.

Secara keseluruhan, respons pemerintahan Prabowo Subianto terhadap aspirasi buruh menunjukkan pendekatan kombinatif antara kebijakan jangka pendek dan reformasi struktural, namun tantangan utama terletak pada konsistensi implementasi lintas sektor.

Koordinasi antar kementerian dan lembaga menjadi kunci, mengingat kebijakan ketenagakerjaan berkaitan erat dengan sektor industri, fiskal, perumahan, hingga perlindungan sosial.

Peringatan May Day 2026 pada akhirnya menjadi refleksi bahwa kualitas layanan publik di sektor ketenagakerjaan tidak hanya diukur dari jumlah program, tetapi dari dampaknya terhadap kesejahteraan buruh secara nyata.

Ke depan, keberhasilan pemerintah akan sangat ditentukan oleh kemampuan menerjemahkan aspirasi menjadi kebijakan yang terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perkuat Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Gelar Pelatihan Pengelolaan Risiko Satwa Liar se-Asia Tenggara

4 November 2026 - 12:46 WIB

Satgas Pangan Polri Ungkap Produksi 525 Ton Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label

3 November 2026 - 19:30 WIB

Presiden Prabowo Bahas Langkah Strategis Penguatan Ketahanan Energi Nasional

3 November 2026 - 19:27 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Stabilitas Ekonomi hingga Efisiensi APBN

3 November 2026 - 19:25 WIB

Menko Perekonomian Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga & Masih Kuat

3 November 2026 - 19:23 WIB

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Trending di NASIONAL