Menu

Mode Gelap
Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak ABK Jatuh di Perairan Trisakti Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

NASIONAL · 4 Jan 2023 15:30 WIB

Minuman Citra Rasa Tradisional Dukung Wisata Kesehatan


 Ramuan minuman sehat masa kini (Foto: courtesy) Perbesar

Ramuan minuman sehat masa kini (Foto: courtesy)

Indonesia kaya akan tanaman obat seperti jahe, meniran, kunyit, bawang putih, lengkuas, temulawak dan masih banyak lagi. Jenis tanaman itu diolah menjadi minuman sehat seperti jamu maupun non jamu.

Politeknik Kesehatan Surakarta adalah satu-satunya sekolah di dunia yang khusus mempelajari tentang ramuan tradisional jamu. Salah seorang lulusannya, Gus Ming Ing Setiawan, kini menjadi pakar kesehatan tradisional.

“Banyak sekali tanaman obat di Indonesia hampir puluhan ribu jenis yang bisa dikembangkan. Kalau di dunia, Indonesia terkenal dengan kopinya, mengapa jamu tidak diangkat kembali? Kalau dulu jamu sebagai obat tradisional, tetapi kami ingin mengarahkan juga bahwa jamu menjadi minuman yang lebih diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Pria berusia 50 tahun kelahiran Solo itu juga mengatakan, di Jawa Tengah sudah terdapat beberapa kedai minuman sehat atau yang kini populer disebut Kafe Jamu.

“Memang kita harus memberi pendidikan yang kuat kepada mereka (masyarakat) bagaimana citra rasa tradisional yang seakan-akan kuno, menjadi kekinian. Nah kita menghadirkan masa lalu ke masa sekarang. Jadi kami tampilkan nuansa yang menarik, ada tradisi, sejarah, pendidikan dan pengalaman yang bisa menarik untuk ditampilkan di kota Solo, sehingga menjadi magnet di kemudian hari untuk pariwisata,” tambahnya.

Seiring dengan citra rasa tradisional yang dijadikan kekinian tadi, maka salah seorang pengelola gerai minuman sehat “Djampi Jawi”, Tedjo Widodo menyediakan menu berbagai minuman dengan nama-nama unik, seperti “slimdeal” untuk melangsingkan tubuh dan “pancasona” untuk menambah imunitas. Arti nama kedai itu, djampi berarti ramuan dan Jawi artinya Jawa.

“Resep yang sudah kami buat, terkait dengan berbagai masalah kesehatan pada umumnya. Misalnya ada “Gagah prakoso” ramuan yang kami buat khusus untuk meningkatkan vitalitas pria. Selain itu ada pula ramuan untuk menurunkan tekanan darah, disebut “Andating” atau anti darah tinggi,” ujarnya.

Tedjo Widodo di kedai minuman sehat dengan nuansa Jawa (Foto: courtesy)
Tedjo Widodo di kedai minuman sehat dengan nuansa Jawa (Foto: courtesy)

Menurut Tedjo, ramuan minuman sehat sudah sepantasnya dilestarikan, karena di samping menyehatkan, juga merupakan warisan budaya nenek moyang.

“Pemerintah Indonesia sudah menentukan bahwa ada tiga kota sebagai tujuan wisata kesehatan yaitu Yogyakarta, Solo dan Bali. Maka salah satu dukungan nyata kami adalah menyukseskan program pemerintah ini adalah dengan membuka kafe jamu “Djampi Jawi” untuk menunjukkan bahwa jamu itu tidak hanya identik dengan orang-orang yang berada di pinggiran, tetapi kami mencoba jamu ini naik kelas. Nantinya masyarakat akan mengenal jamu sebagai warisan leluhur Nusantara yang terus kita kembangkan”, tambahnya.

Upaya memasyarakatkan jamu kepada generasi muda antara lain dilakukan melalui nama-nama yang kekinian, seperti diungkapkan Stefani Selina yang menangani riset dan pengembangan di gerai minuman sehat itu.

Yang pertama tentang nama-nama kreatif di dalam menu, kami tujukan untuk usia anak-anak sampai pemuda generasi Z dan milenial. Jenis minuman yang kami tawarkan adalah minuman bunga telang yang berkhasiat untuk penenang, meningkatkan daya ingat dan bagus untuk mata.

Agar minuman sehat dapat mendukung wisata kesehatan yang digencarkan pemerintah, maka menurut Stefani perlu dibuka sarana kuliner semacam Djampi Jawi.

“Kedua kami menargetkan para pendatang dari luar kota yang ingin mencoba makanan dan minuman tradisional, apalagi ada jamu tour dan jamu experience yang berisi program tentang fungsi dan cara mengolah jamu.”

Selain di Jawa Tengah, kedai minuman sehat semacam itu juga mulai dibuka di luar Jawa, di antaranya di Balikpapan.

Sumber: VoA Indonesia

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Komdigi Nilai Indonesia Punya Posisi Strategis Di Rantai Pasok Global AI

7 Mei 2026 - 19:05 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Melalui Aplikasi SIGNAL

7 Mei 2026 - 18:54 WIB

Masjid Istiqlal Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

7 Mei 2026 - 18:44 WIB

Apresiasi Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Fiskal Hingga Rp3 Miliar

7 Mei 2026 - 18:37 WIB

BI Siapkan Tujuh Langkah Penguatan Saat Rupiah Undervalued

6 Mei 2026 - 20:29 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,61%, Stimulus Baru & Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah Disiapkan

6 Mei 2026 - 20:21 WIB

Trending di EKOBIS