Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

NASIONAL · 1 Jun 2026 20:22 WIB

Musim Haji 2026 Berakhir, Kemenhaj Mulai Pulangkan Jemaah Haji Indonesia


 Musim Haji 2026 Berakhir, Kemenhaj Mulai Pulangkan Jemaah Haji Indonesia Perbesar

Ricek.ID – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf resmi melepas kepulangan perdana jemaah haji Indonesia ke Tanah Airbdi Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah pada Minggu malam (31/5/2026).

Pada kesempatan tersebut, Menhaj menyambangi jemaah kloter SUB-01. Ia menyapa, berdialog, dan menyalami sejumlah jemaah yang bersiap kembali ke Indonesia setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

“Setelah perjalanan 40 hari dengan berbagai dinamikanya, Alhamdulillah malam ini bapak dan ibu sekalian sudah bersiap kembali ke Tanah Air. Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan doa dan harapan agar bapak dan ibu sekalian selamat dalam perjalanan hingga tiba di Indonesia,” ujar Irfan.

Menhaj mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyelenggaraan ibadah haji masih terdapat layanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan jemaah.

“Atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah, kami memohon maaf apabila dalam proses layanan masih terdapat kendala dan kekurangan. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik,” ucapnya.

“Mungkin ada layanan yang terlambat, kasur yang kurang empuk, atau tenda yang terasa sesak. Semua itu menjadi bagian dari kekurangan yang kami mohonkan maaf sebesar-besarnya,” sambungnya.

Irfan juga mengalungkan syal secara simbolis kepada perwakilan jemaah yang akan kembali ke Tanah Air. Momen tersebut disambut hangat jemaah. Sejumlah jemaah juga tampak antusias bersalaman dan berfoto bersama Menhaj sebelum memasuki area keberangkatan.

Pelepasan kepulangan kloter pertama ini menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh proses pemulangan akan terus dikawal agar berjalan aman, tertib, dan lancar. Pemulangan gelombang pertama dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan fase kepulangan menjadi tahapan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah memastikan seluruh proses pergerakan jemaah, mulai dari hotel, bandara, hingga penerbangan menuju Tanah Air, terus dikawal agar berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijjah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari operasional ke-42. Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali,” ujar Maria di Jakarta pada Senin (1/6/2026).

Maria menyampaikan, meski terdapat beberapa catatan di lapangan, seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi Kemenhaj untuk meningkatkan kualitas layanan pada penyelenggaraan ibadah haji berikutnya.

“Tentu ada beberapa catatan di lapangan. Ini menjadi bahan evaluasi kami agar pelayanan kepada jemaah ke depan semakin optimal,” katanya.

Menurut Maria, rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah Indonesia berjalan dengan baik. Capaian tersebut menjadi bekal penting bagi jemaah untuk melanjutkan tahapan berikutnya, yaitu proses kepulangan ke Tanah Air secara bertahap.

“Alhamdulillah, rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah Indonesia berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali. Saat ini, sebagian jemaah mulai memasuki fase kepulangan ke Tanah Air,” jelasnya.

Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menunjukkan kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. Segala saran dan masukan dari Bapak dan Ibu jemaah menjadi bekal kami untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal pada masa penyelenggaraan ibadah haji ke depan,” ujarnya.

Maria juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus memberikan layanan, pendampingan, perlindungan, dan pengawasan kepada jemaah.

Terkait fase kepulangan, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang masuk dalam jadwal kepulangan agar mempersiapkan barang bawaan dengan baik. Jemaah diminta mengikuti jadwal pergerakan yang telah ditetapkan serta mematuhi seluruh arahan petugas, baik di hotel, saat menuju bandara, maupun selama proses penerbangan ke Tanah Air.

“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta barang-barang yang diperlukan selama perjalanan tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau. Jemaah juga harus memperhatikan ketentuan berat dan jenis barang bawaan sesuai aturan penerbangan,” katanya.

Maria secara khusus menegaskan larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Ia menekankan bahwa larangan tersebut merupakan aturan penerbangan yang wajib dipatuhi seluruh jemaah.

“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara,” tegasnya.

Maria memastikan jemaah tidak perlu membawa air zamzam secara mandiri dari Arab Saudi. Setiap jemaah haji Indonesia akan menerima air zamzam sebanyak 1 galon berisi 5 liter per orang di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air, sesuai mekanisme resmi yang telah ditetapkan.

“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jemaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper,” ujarnya.

Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan. Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas sehingga jemaah diharapkan memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.

Jemaah juga diminta tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas ibadah tambahan apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Bagi jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas, jemaah perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, Kemenhaj mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan.

“Mari kita terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semangat gotong royong dan ukhuwah yang telah terjalin selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya terus dijaga hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tutup Maria.

Sumber : haji.go.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Prabowo Tegaskan Pancasila Pedoman Membangun Bangsa, Tak Hanya Sekadar Slogan

1 Juni 2026 - 20:26 WIB

Jaga Industri Penerbangan Domestik, Pertamina Turunkan Harga Avtur

1 Juni 2026 - 20:04 WIB

Purbaya Sebut Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

1 Juni 2026 - 19:59 WIB

Menimipas Pastikan 1.052 Narapidana terima Remisi Khusus Waisak 2026

1 Juni 2026 - 19:56 WIB

Terjadi Pembubaran Ibadah di Bantul, Menag: “Tak Boleh Terulang Lagi”

31 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kemenhaj Persiapkan Perbaikan Penyelenggaraan Haji Tahun Mendatang

31 Mei 2026 - 18:42 WIB

Trending di NASIONAL