Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

ADVERTORIAL · 21 Jul 2026 20:46 WIB

Optimalkan Heli Water Bombing, BPBD Kalsel Prioritaskan Tangani Karhutla di Kawasan Bandara


 Optimalkan Heli Water Bombing, BPBD Kalsel Prioritaskan Tangani Karhutla di Kawasan Bandara Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) terus perkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing. Operasi ini dilaksanakan bersamaan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat pemadaman titik-titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, di Kantor BPBD Kalsel, Banjarbaru pada Selasa (21/7/2026) mengatakan operasi udara menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla, terutama untuk lokasi yang memiliki akses terbatas.

“Operasi udara sudah kita laksanakan bersamaan dengan Operasi Modifikasi Cuaca. Saat tim darat menemukan titik api yang tidak dapat dijangkau, maka operasi udara melalui heli water bombing langsung dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi tersebut,” ujarnya.

Ronny menjelaskan saat ini BPBD Kalsel mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa tiga unit helikopter water bombing serta satu unit helikopter patroli udara. Armada tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat respons terhadap kejadian karhutla di berbagai wilayah di Banua.

“Alhamdulillah, beberapa titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat berhasil dipadamkan melalui operasi heli water bombing yang merupakan bantuan dari BNPB,” katanya.

Ronny menambahkan operasional helikopter akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Dukungan udara tersebut direncanakan berlangsung selama masa penetapan status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026.

“Kita menetapkan status sampai dengan 31 Oktober. Harapan kami sebelum tanggal tersebut kondisi sudah terkendali sehingga heli water bombing tidak lagi diperlukan karena seluruh titik api telah berhasil dipadamkan,” jelasnya.

Untuk memperkuat upaya penanganan karhutla, BPBD Kalsel juga berencana menambah satu unit helikopter water bombing. Penambahan armada ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penanggulangan kebakaran di wilayah-wilayah yang sulit diakses.

“Ada rencana penambahan satu unit heli water bombing lagi untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya di daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat,” ungkapnya.

Ronny menegaskan prioritas utama penanganan saat ini difokuskan pada Zona 1, yakni kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah asap akibat karhutla mengganggu aktivitas penerbangan.

“Prioritas utama kita adalah Zona 1, yaitu kawasan sekitar bandara. Kami berupaya menghindari adanya gangguan terhadap penerbangan akibat kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Melalui sinergi operasi darat, operasi udara, serta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD Kalsel berharap penanganan karhutla dapat berlangsung lebih efektif sehingga dampak kebakaran terhadap masyarakat, lingkungan, dan transportasi udara dapat diminimalkan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Buka Sosialisasi & Monitoring Evaluasi Dana Hibah 2026, Tekankan Transparansi & Akuntabilitas

22 Juli 2026 - 17:30 WIB

Siapkan 14 Pos Lapangan Karhutla, BPBD Kalsel Fokuskan Lima Pos di Kawasan Bandara

21 Juli 2026 - 18:49 WIB

Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD Kalsel Tunggu Rekomendasi BMKG untuk Keputusan Perpanjangan

21 Juli 2026 - 18:43 WIB

BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Terus Perkuat Operasi Darat & Udara

21 Juli 2026 - 18:40 WIB

Kenalkan Sejarah Revolusi Fisik Kalsel Kepada Pelajar, Museum Wasaka Gelar Lomba Mading 3D

21 Juli 2026 - 18:37 WIB

BAZNAS & TNI Berkolaborasi Hadirkan Hunian Nyaman bagi Warga Landasan Ulin

21 Juli 2026 - 18:34 WIB

Trending di Banjarbaru