Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

Kab. Banjar · 5 Nov 2024 22:02 WIB

Pemkab Banjar-Poktan di Sungai Batang Panen Bersama Sekaligus Penutupan Sekolah Lapang Iklim


 Panen bersama di lahan pertanian milik Kelompok Tani Serasi Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Selasa (5/11/2024) pagi. foto-MC Banjar Perbesar

Panen bersama di lahan pertanian milik Kelompok Tani Serasi Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Selasa (5/11/2024) pagi. foto-MC Banjar

Pjs Bupati Banjar Akhmad Fydayeen diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikwansyah melakukan panen bersama di lahan pertanian milik Kelompok Tani Serasi Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Selasa (5/11/2024) pagi.

Kegiatan panen tersebut sekaligus penutupan Sekolah Lapang Iklim (SLI) kerjasama Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar dengan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan yang dimulai sejak bulan Juli lalu.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah menyampaikan apresiasi kepada Distan Banjar dan Kelompok Tani Serasi atas terselenggara dan keikutsertaannya dalam SLI mulai dari penanaman, perawatan hingga panen.

Ikhwansyah mengatakan, perubahan iklim dapat mengakibatkan perubahan pada hasil pertanian, baik kuantitas maupun kualitas yang pada akhirnya mengancam ketahanan nasional. Maka dari itu SLI dapat menjadi solusi, adaptasi disektor pertanian.

“Dengan SLI diharapkan petani dapat meningkatkan pengetahuannya tentang iklim dan memiliki kemampuan mengantisipasi fenomena iklim dalam aktivitas taninya,” harap Ikhwansyah.

Sementara terkait permasalahan klasik yang disampaikan petani yakni gangguan serangan hama tikus dan burung, Ikhwansyah mengatakan akan menjadi perhatian pemerintah terutama Distan untuk bisa menyikapinya.

Sementara keinginan Poktan untuk memiliki mesin handtraktor, ia menyebut juga menjadi perhatian pemerintah sepanjang memang diperlukan petani.

“Insyaallah mungkin dari Distan bisa memfasilitasi sepanjang tidak bertentangan dengan aturan,” tutupnya.

Sementara Kepala Distan Kabupaten Banjar Warsita mengatakan, 1.200 hektare lahan yang ditanami dalam waktu dekat akan selesai dipanen. Dari 1 hektarenya dapat menghasilkan 5,2 ton gabah, beda halnya jika tanam padi lokal yang hanya 3,5 ton.

Sementara terkait hama tikus dan burung ia menyebut, selain dengan obat juga bisa diatasi pada waktu tanam dilakukan secara bersamaan.

“Sekarang masa tanam terakhir jadi konsekwensinya hamanya ngumpul disitu, karena yang lain sudah panen,” ujarnya.

Sementara terkait permintaan mesin handtraktor oleh Poktan Serasi, Warsita menjelaskan salah satu poktan di Desa Sungai Batang juga sudah mendapatkan lantaran sudah berbadan hukum.

“Kita harapkan segera diurus badan hukumnya nanti difasilitasi,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polres Banjar Siagakan Tim Buru Api Marta Presisi Hadapi Karhutla

22 September 2026 - 12:59 WIB

Pemdes Pekauman Tetapkan Usulan Prioritas Musrenbang

21 September 2026 - 15:41 WIB

Pemdes Keramat Sosialisasikan Perda Pengelolaan Dana

18 September 2026 - 13:30 WIB

Terima Aspirasi Masyarakat, Pemkab Banjar Akan Segera Tindaklanjuti Tuntutan Warga Rantau Bakula

16 September 2026 - 20:08 WIB

TP Posyandu Kabupaten Banjar Bina 20 Desa Pilot Project Pelayanan 6 SPM

16 September 2026 - 19:12 WIB

Dorong Penguatan Sektor Pertanian, Bupati Banjar Kukuhkan KTNA 2026–2031

16 September 2026 - 19:09 WIB

Trending di ADVERTORIAL