Menu ✖

Mode Gelap
Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

ADVERTORIAL · 22 Okt 2026 20:22 WIB

Pemkab Banjar Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas Dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2026


 Pemkab Banjar Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas Dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2026 Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura pada Kamis (22/10/2026). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus memperkuat peran mereka dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar Yudi Andrea bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia KH Nasaruddin Umar.

Dalam amanatnya, disampaikan bahwa peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa. Pada 22 Oktober 1945, Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad yang membangkitkan semangat umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Semangat juang tersebut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya pada 10 November 1945, yang kini kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Rangkaian peristiwa ini menegaskan santri bukan sekadar penjaga nilai agama, melainkan juga bagian integral dari sejarah dan perjalanan bangsa,” ujar Sekda.

Menurut amanat tersebut, mengenang jasa para pendahulu tidak cukup hanya melalui upacara. Penghormatan terbaik adalah melanjutkan perjuangan melalui pengabdian, kerja keras dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menegaskan besarnya tanggung jawab santri dalam menentukan masa depan bangsa, seiring dengan cita-cita Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi pada 2045.

Jika dahulu para santri berjuang menggunakan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan tersebut dilanjutkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia.

Pada 2045, Indonesia akan genap berusia 100 tahun. Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, bangsa ini membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki akhlak yang baik.

“Di sinilah para santri dituntut mengambil peran aktif. Santri memiliki kebebasan bercita-cita menjadi apa saja, baik ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha maupun pemimpin negara, asalkan terus belajar sungguh-sungguh dan mendedikasikan keilmuannya untuk kemajuan bersama,” lanjut Yudi.

Santri juga didorong untuk mendalami ilmu agama sekaligus menguasai teknologi terkini. Tradisi luhur pesantren perlu terus dijaga tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.

Amanat tersebut turut mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu, sebagaimana pepatah yang dikenal di lingkungan pesantren, man jadda wajada, yang berarti barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Para santri diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga, lingkungan, bangsa, dan kemanusiaan.

Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa. Selain menjadi tempat menimba ilmu, pesantren juga berperan dalam membina akhlak, melatih kemandirian, serta menanamkan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Agama terus berkomitmen memperkuat pesantren, salah satunya melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Hari Santri adalah milik seluruh elemen bangsa. Mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan, hubbul wathan minal iman. Mari perkuat semangat gotong royong demi masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.

Upacara peringatan tersebut juga diisi dengan pembacaan Ikrar Santri dan menyanyikan Mars Hari Santri oleh paduan suara. Kegiatan dihadiri para staf ahli, asisten, sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemkab Banjar, perwakilan PCNU Kabupaten Banjar, santri dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Banjar, serta undangan lainnya.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Siapkan Bonus Atlet, Penyerahan Simbolis 28 Oktober

23 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Kumpulkan Seluruh SKPD, Diskominfo Banjarbaru Dorong Pembangunan Daerah Berbasis Data Akurat

22 Oktober 2026 - 20:32 WIB

GPM Serentak 2026 di Kota Banjarbaru, Tekan Inflasi Melalui Bahan Pokok Murah

22 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Pemkab Banjar Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih ke Tiga Fasilitas Pendidikan di Karang Intan

22 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Melalui Peningkatan Indeks Pengelolaan Aset, Pemprov Kalsel Perkuat Tata Kelola Aset Daerah

22 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Peringatan Hari Santri 2026 di Kalsel, Santri Didorong Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas

22 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Trending di ADVERTORIAL