Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

NASIONAL · 21 Apr 2026 21:41 WIB

Peran Strategis Perempuan sebagai Garda Terdepan Antikorupsi


 Peran Strategis Perempuan sebagai Garda Terdepan Antikorupsi Perbesar

Ricek.ID- Peringatan Hari Kartini menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali peran perempuan dalam memperkuat integritas dan transparansi di berbagai lini kehidupan. Komisi Pemberantasan Korupsi menilai nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap relevan dalam membangun budaya antikorupsi di Indonesia.

Perempuan dinilai memiliki posisi kunci sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun dunia kerja. Nilai kejujuran, keberanian, dan kepedulian sosial yang ditanamkan sejak dini menjadi fondasi penting dalam mencegah praktik korupsi.

Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menegaskan bahwa integritas harus dimulai dari diri sendiri dan dijaga secara konsisten dalam berbagai situasi.

“Integritas pemimpin akan tercermin dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya. Tantangan menjaga integritas tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga di kehidupan sehari-hari,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4).

Ia menambahkan, konsistensi antara nilai, ucapan, dan tindakan menjadi kunci utama dalam menjaga integritas, termasuk di lingkungan keluarga dan sosial.

Senada, Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianti, menekankan bahwa integritas merupakan komitmen yang harus dijalankan setiap saat.

“Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat,” tegasnya.

Pandangan tersebut juga diperkuat oleh Widi Mulia yang menyebut bahwa semangat Kartini tetap hidup dalam sosok perempuan masa kini yang berani berkontribusi sekaligus menolak praktik korupsi.

“Menjadi Kartini bukan soal kesempurnaan, tapi keberanian menjaga integritas dalam setiap peran,” ujarnya.

KPK menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga penegak hukum, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks ini, perempuan memiliki peran strategis melalui pendidikan, keteladanan, dan advokasi.

Momentum Hari Kartini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun masyarakat berintegritas masih terus berjalan. Melalui kolaborasi lintas sektor, peran perempuan diyakini mampu memperkuat upaya mewujudkan Indonesia yang lebih adil, transparan, dan bebas dari korupsi.

Sumber: KPK

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kemendukbangga Ungkap Tantangan Bonus Demografi & Penurunan Stunting Dihadapan DPR RI

16 September 2026 - 20:14 WIB

MTQ Nasional XXXI Semarang Buka Ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat untuk Penyandang Disabilitas

16 September 2026 - 20:12 WIB

Sampaikan Duka atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Presiden Prabowo Pastikan Investigasi Dituntaskan

16 September 2026 - 19:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta, Tekankan Pentingnya Pembangunan & Transformasi Bangsa

16 September 2026 - 19:26 WIB

Perkuat Operasi SAR, Polri Evakuasi Dua Jenazah KM Virgo dengan Helikopter

16 September 2026 - 19:22 WIB

Kemenhub Deteksi 72.236 Pelanggaran Angkutan Barang Selama Satu Bulan Penerapan ETLE HUB

16 September 2026 - 19:20 WIB

Trending di NASIONAL