Menu

Mode Gelap
Polri Sikat Mafia BBM dan LPG Subsidi 330 Tersangka Diamankan Negara Rugi Rp243 Miliar Seperempat Kasus Korupsi Berasal dari Pengadaan KPK Soroti Modus Ijon Proyek Peran Strategis Perempuan sebagai Garda Terdepan Antikorupsi Kalsel Matangkan Latihan Gabungan Hadapi NFSC 2026 di Sumsel Cek Kesehatan Gratis Jadi Langkah Pemkab Kotabaru Jaga Produktivitas ASN

NASIONAL · 21 Apr 2026 21:41 WIB

Peran Strategis Perempuan sebagai Garda Terdepan Antikorupsi


 Peran Strategis Perempuan sebagai Garda Terdepan Antikorupsi Perbesar

Ricek.ID- Peringatan Hari Kartini menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali peran perempuan dalam memperkuat integritas dan transparansi di berbagai lini kehidupan. Komisi Pemberantasan Korupsi menilai nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap relevan dalam membangun budaya antikorupsi di Indonesia.

Perempuan dinilai memiliki posisi kunci sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun dunia kerja. Nilai kejujuran, keberanian, dan kepedulian sosial yang ditanamkan sejak dini menjadi fondasi penting dalam mencegah praktik korupsi.

Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menegaskan bahwa integritas harus dimulai dari diri sendiri dan dijaga secara konsisten dalam berbagai situasi.

“Integritas pemimpin akan tercermin dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya. Tantangan menjaga integritas tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga di kehidupan sehari-hari,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4).

Ia menambahkan, konsistensi antara nilai, ucapan, dan tindakan menjadi kunci utama dalam menjaga integritas, termasuk di lingkungan keluarga dan sosial.

Senada, Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianti, menekankan bahwa integritas merupakan komitmen yang harus dijalankan setiap saat.

“Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat,” tegasnya.

Pandangan tersebut juga diperkuat oleh Widi Mulia yang menyebut bahwa semangat Kartini tetap hidup dalam sosok perempuan masa kini yang berani berkontribusi sekaligus menolak praktik korupsi.

“Menjadi Kartini bukan soal kesempurnaan, tapi keberanian menjaga integritas dalam setiap peran,” ujarnya.

KPK menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga penegak hukum, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks ini, perempuan memiliki peran strategis melalui pendidikan, keteladanan, dan advokasi.

Momentum Hari Kartini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun masyarakat berintegritas masih terus berjalan. Melalui kolaborasi lintas sektor, peran perempuan diyakini mampu memperkuat upaya mewujudkan Indonesia yang lebih adil, transparan, dan bebas dari korupsi.

Sumber: KPK

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Menteri LH Pimpin Aksi Bersih di Kabupaten Banjar Tekankan Pembenahan Sampah dari Hulu ke Hilir

20 April 2026 - 17:59 WIB

Presiden Sidak Gudang Bulog di Magelang Pastikan Stok Beras Aman dan Distribusi Lancar

20 April 2026 - 10:54 WIB

Presiden Prabowo Ingatkan DPRD Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

18 April 2026 - 15:04 WIB

Brimob X-Treme 2026 Hadirkan Kejuaraan Menembak Internasional, Perkuat Profesionalisme dan Prestasi

12 April 2026 - 18:13 WIB

Ratusan Dapur MBG Disetop Sementara, BGN Perketat Standar Keamanan Pangan

12 April 2026 - 18:06 WIB

Cara Memilih Ikan Segar Agar Aman dan Bernutrisi

12 April 2026 - 18:02 WIB

Trending di KESEHATAN