Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

NASIONAL · 21 Apr 2026 21:41 WIB

Peran Strategis Perempuan sebagai Garda Terdepan Antikorupsi


 Peran Strategis Perempuan sebagai Garda Terdepan Antikorupsi Perbesar

Ricek.ID- Peringatan Hari Kartini menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali peran perempuan dalam memperkuat integritas dan transparansi di berbagai lini kehidupan. Komisi Pemberantasan Korupsi menilai nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap relevan dalam membangun budaya antikorupsi di Indonesia.

Perempuan dinilai memiliki posisi kunci sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun dunia kerja. Nilai kejujuran, keberanian, dan kepedulian sosial yang ditanamkan sejak dini menjadi fondasi penting dalam mencegah praktik korupsi.

Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menegaskan bahwa integritas harus dimulai dari diri sendiri dan dijaga secara konsisten dalam berbagai situasi.

“Integritas pemimpin akan tercermin dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya. Tantangan menjaga integritas tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga di kehidupan sehari-hari,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4).

Ia menambahkan, konsistensi antara nilai, ucapan, dan tindakan menjadi kunci utama dalam menjaga integritas, termasuk di lingkungan keluarga dan sosial.

Senada, Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianti, menekankan bahwa integritas merupakan komitmen yang harus dijalankan setiap saat.

“Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat,” tegasnya.

Pandangan tersebut juga diperkuat oleh Widi Mulia yang menyebut bahwa semangat Kartini tetap hidup dalam sosok perempuan masa kini yang berani berkontribusi sekaligus menolak praktik korupsi.

“Menjadi Kartini bukan soal kesempurnaan, tapi keberanian menjaga integritas dalam setiap peran,” ujarnya.

KPK menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga penegak hukum, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks ini, perempuan memiliki peran strategis melalui pendidikan, keteladanan, dan advokasi.

Momentum Hari Kartini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun masyarakat berintegritas masih terus berjalan. Melalui kolaborasi lintas sektor, peran perempuan diyakini mampu memperkuat upaya mewujudkan Indonesia yang lebih adil, transparan, dan bebas dari korupsi.

Sumber: KPK

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Masih Surplus USD3,36 Miliar

2 November 2026 - 19:36 WIB

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital

2 November 2026 - 19:34 WIB

Dugaan Pelanggaran Kehutanan, Menhut Segel Tumpukan Kayu, Dua Truk & Ekskavator

2 November 2026 - 19:32 WIB

Penanganan Kasus Karhutla, Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan & 20 Korporasi

1 November 2026 - 19:48 WIB

Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima & Besaran Bantuan Rp900 Ribu

1 November 2026 - 19:46 WIB

Trending di EKOBIS