Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

Pemprov Kalsel · 25 Nov 2025 19:44 WIB

Peringati Hari Wayang Dunia, Disdikbud Kalsel Gelar Dialog Tingkatkan Kualitas Dalang Banjar


 Peringati Hari Wayang Dunia, Disdikbud Kalsel Gelar Dialog Tingkatkan Kualitas Dalang Banjar Perbesar

Banjarmasin, Ricek.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar Dialog Wayang Kulit Banjar di Banjarmasin, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Wayang Dunia sekaligus sebagai upaya mempromosikan dan melestarikan kesenian asli Banua.

Dialog tersebut bertujuan meningkatkan wawasan, kualitas penampilan, dan kepercayaan diri para dalang muda di Kalsel. Acara ini diikuti oleh sejumlah grup kesenian wayang kulit Banjar dari tujuh kabupaten/kota di Kalsel serta mahasiswa Seni Pertunjukan ULM Banjarmasin.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi UPTD Taman Budaya, Nitta Aulia, mengatakan kehadiran akademisi dan pakar diharapkan dapat memantik semangat generasi muda.

“Kami ingin meningkatkan kualitas para dalang Kalsel. Kami juga berharap dialog ini menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap kesenian wayang kulit Banjar,” kata Nitta.

Pakar Dorong Wayang Banjar Terapkan Teknologi Modern

Dialog ini menghadirkan tiga narasumber utama: Analis Wayang asal DI Yogyakarta Ki Udreka, dalang sekaligus pengrajin Wayang Kulit Banjar Taufik Rahmad Hidayat, serta akademisi ULM Banjarmasin Sulisno.

Ki Udreka menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara wayang kulit Jawa dan wayang kulit Banjar, terutama pada bentuk fisik, ukuran, dan karakter yang kemudian memengaruhi teknik pementasan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar lebih memperhatikan perkembangan kesenian ini, termasuk dengan mengadopsi teknologi modern.

“Di Yogyakarta, pertunjukan wayang sudah berkembang menggunakan teknologi modern seperti lampu dan perangkat pertunjukan lainnya. Saya berharap pemerintah di daerah juga memberi perhatian agar wayang Banjar dapat terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, dalang Taufik Rahmad Hidayat menekankan pentingnya pemahaman terhadap pakem cerita saat menampilkan Wayang Kulit Banjar, seperti kisah Ramayana dan Mahabharata.

“Pemahaman yang benar akan memengaruhi kualitas penampilan di panggung,” tegas Taufik.

Taufik berharap instansi terkait di kabupaten/kota dapat melanjutkan inisiatif pengenalan wayang kulit Banjar, bahkan jika memungkinkan, memasukkannya ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Nitta Aulia berharap kolaborasi antar grup kesenian wayang di Banua semakin kuat, dan para dalang muda termotivasi untuk mengembangkan diri hingga mampu tampil ke luar daerah.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Spiderman DPKP Kalsel Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Palam Banjarbaru

28 September 2026 - 20:44 WIB

Sambangi SMAN 3 Banjarbaru, Disdukcapil Kalsel Perkuat Layanan Jemput Bola Perekaman KTP-el bagi Pelajar

28 September 2026 - 20:42 WIB

Pemprov Kalsel Apresiasi Dedikasi Prof. Hafiz Anshary untuk Banua

28 September 2026 - 20:39 WIB

Perketat Pengawasan PSAT, Pemprov Kalsel Dorong Pelaku Usaha Segera Registrasi Produk Pangan

28 September 2026 - 20:37 WIB

Dislautkan Kalsel Ajak Keluarga Tingkatkan Konsumsi Ikan dalam Safari GEMARIKAN di Kuin Utara

28 September 2026 - 20:34 WIB

Pantau Komoditas Cabai, Disperdag Kalsel Pastikan Harga Bahan Pokok Relatif Terkendali

28 September 2026 - 20:31 WIB

Trending di ADVERTORIAL