Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

EKOBIS · 4 Agu 2026 18:38 WIB

Perkuat Iklim Investasi, Pemerintah Dukung Industri Otomotif sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi


 Perkuat Iklim Investasi, Pemerintah Dukung Industri Otomotif sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Perbesar

Ricek.ID – Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif, Pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kebijakan fiskal yang mendukung sektor produktif, penyederhanaan perizinan, penghapusan berbagai hambatan investasi, hingga pemberian insentif bagi industri strategis, khususnya industri otomotif dan kendaraan listrik.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat mengunjungi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang pada Selasa (4/8/2026) menegaskan pemerintah tidak hanya berupaya menjaga likuiditas di dalam sistem keuangan, tetapi juga memastikan likuiditas tersebut mengalir ke sektor-sektor produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Menjaga likuiditas bukan berarti sekadar menambah jumlah uang dalam sistem. Yang lebih penting adalah memastikan dana tersebut mengalir menjadi kredit produktif. Ketika suplai uang meningkat, biaya dana akan turun sehingga dunia usaha memiliki ruang lebih besar untuk melakukan ekspansi,” ujar Purbaya.

Menurut Menkeu, pemerintah optimistis kebijakan tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara bertahap melalui peningkatan investasi dan penyaluran kredit kepada sektor riil.

Purbaya juga menyoroti meningkatnya daya tarik Asia Tenggara sebagai tujuan investasi global. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi asing melalui perbaikan iklim usaha, penguatan logistik, serta integrasi rantai pasok regional.

“Pemerintah membutuhkan masukan dari pelaku usaha. Apabila terdapat hambatan investasi yang dihadapi, sampaikan kepada kami. Hambatan tersebut akan kami selesaikan agar investasi dapat berjalan lebih cepat,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, pemerintah telah membentuk satuan tugas (task force) yang secara khusus menangani berbagai kendala investasi. Melalui mekanisme tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha dibahas secara rutin bersama kementerian dan lembaga terkait sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan dengan cepat.

Menkeu menjelaskan, sejumlah proyek strategis yang sebelumnya mengalami hambatan telah berhasil diselesaikan melalui mekanisme tersebut, termasuk proyek gas Masela serta pembangkit listrik tenaga sampah Benowo.

Menurut Purbaya, percepatan penyelesaian berbagai hambatan investasi menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Selain memperkuat iklim investasi, pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam mempercepat transisi menuju energi bersih melalui pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sekaligus memperkuat industri otomotif nasional.

“Pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kendaraan listrik. Dalam waktu dekat pemerintah akan meluncurkan berbagai stimulus untuk kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, guna mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan,” ujar Purbaya.

Menkeu menambahkan, pemerintah juga siap memberikan berbagai insentif bagi investor yang membangun fasilitas produksi di Indonesia, termasuk produsen otomotif beserta industri pendukungnya.

Menurut Purbaya, industri otomotif merupakan salah satu sektor strategis karena memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian nasional. Industri tersebut tidak hanya menciptakan jutaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor baja, elektronik, kimia, logistik, hingga jasa keuangan.

Karena itu, pemerintah mendorong agar semakin banyak industri pendukung otomotif memindahkan basis produksinya ke Indonesia sehingga nilai tambah domestik dapat terus meningkat.

“Kami ingin Indonesia menjadi basis produksi otomotif di kawasan bahkan untuk pasar global. Selama perusahaan membangun industri di Indonesia, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, pemerintah akan memberikan dukungan yang maksimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga kepastian kebijakan fiskal agar dunia usaha memiliki kepercayaan dalam melakukan investasi jangka panjang.

Menkeu mengajak seluruh pelaku industri untuk bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi, inovasi, dan kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha.

“Indonesia memiliki sumber daya, talenta, dan kapasitas yang besar. Yang kita butuhkan sekarang adalah kecepatan dalam inovasi, kecepatan dalam investasi, dan kecepatan dalam pelaksanaan. Jika pertumbuhan ekonomi terus terjaga, maka industri otomotif Indonesia akan berkembang semakin kuat dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Menteri ESDM Percepat Penanganan Pemadaman Listrik & Jaga Stabilitas Harga BBM

4 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Penjualan Mobil Tetap Tumbuh, Menkeu Sebut Daya Beli Domestik Tetap Terjaga

4 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Perkuat Data Kesehatan Nasional, Kemenkes Integrasikan SatuSehat & Dukcapil

4 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Pemerintah Jaga Stabilitas Sistem Keuangan, Perkuat APBN sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi

4 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Harga Komoditas Pangan Turun, Picu Deflasi Juli 2026 Sebesar 0,14 Persen

4 Agustus 2026 - 17:35 WIB

BPS Kalsel Sebut IHK Naik 4,28 Persen, Ekspor Naik 3,86 Persen

4 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Trending di ADVERTORIAL