Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

NASIONAL · 8 Jun 2026 17:09 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Pertamina Dorong Inovasi Bioflok


 Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Pertamina Dorong Inovasi Bioflok Perbesar

Ricek.ID – PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen perkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, melalui program Community Involvement and Development (CID) berbasis pemberdayaan masyarakat dan potensi lokal.

Langkah strategis itu diambil guna menghadirkan solusi konkret yang mampu meningkatkan ketersediaan pangan, sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan ketahanan pangan yang kokoh harus dibangun dari fondasi kemandirian masyarakat. Melalui pendekatan inovatif, perusahaan berupaya mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi yang produktif dan ramah lingkungan.

“Melalui pendekatan tersebut, Pertamina Patra Niaga menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujarnya pada Minggu (7/6/2026).

Salah satu program unggulan yang diadopsi dengan teknologi budi daya ikan bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau.

Program itu diluncurkan sebagai solusi bagi masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi ketidakpastian pendapatan akibat faktor cuaca, keterbatasan sarana perikanan, dan ancaman abrasi.

Dengan bioflok, warga kini dapat memanen ikan nila dalam waktu 4 hingga 6 bulan sebagai sumber pangan dan pendapatan alternatif yang stabil.

Inovasi di Dumai itu kian optimal berkat pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp. Fasilitas energi terbarukan ini mampu menekan biaya operasional listrik kelompok hingga Rp9,3 juta per tahun, sekaligus berkontribusi mengurangi emisi karbon sebesar 5,52 ton CO_2 per tahun.

Sementara itu, di Sumatra Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar menginisiasi program “Siantar Habonaron”. Program itu menerapkan model urban farming terpadu dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga untuk integrasi peternakan ayam petelur, budi daya sayuran, serta budi daya maggot dari limbah organik.

“Sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan makan anak menjadi terpenuhi dari hasil ternak tersebut,” ujar salah seorang anggota kelompok Habonaron, Asih, yang merasakan langsung dampak positif program pemenuhan gizi keluarga tersebut.

Rangkaian program pemberdayaan itu diresmikan dan disosialisasikan melalui serangkaian kegiatan edukasi serta penyerahan bantuan sarana prasarana secara simbolis kepada kelompok masyarakat binaan di masing-masing wilayah operasional.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Kelapa Sawit, Satgas Pangan Polri Siap Tindak Pelaku yang Rugikan Petani

8 Juni 2026 - 17:22 WIB

Kemenhaj Pastikan Kemudahan Ibadah hingga Kepulangan bagi Jemaah Gelombang Kedua di Madinah

8 Juni 2026 - 17:17 WIB

Wamenkomdigi Sebut Internet Murah Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

8 Juni 2026 - 17:03 WIB

Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah & Fiskal untuk Jaga Kepercayaan Pasar

7 Juni 2026 - 08:42 WIB

Indonesia Open 2026, Menpora Saksikan Perjuangan Jonatan Christie Menuju Final

7 Juni 2026 - 08:27 WIB

Dua Personel Perdamaian RI yang Gugur Dianugerahi Medali Dag Hammarskjold

7 Juni 2026 - 08:17 WIB

Trending di INTERNASIONAL