Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

Kab. Banjar · 22 Okt 2024 13:15 WIB

Potensi Cuaca Ekstrem di Depan Mata, BPBD Banjar Lakukan Persiapan


 Potensi Cuaca Ekstrem di Depan Mata, BPBD Banjar Lakukan Persiapan Perbesar

Sejak awal Oktober terjadi intensitas hujan tinggi di Kabupaten Banjar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar bersama stakeholder terkait bekerja sama mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Hal ini berkaca dari tiga tahun lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjar, Abdullah Fahtar menjabarkan upaya mereka yaitu mengetahui dan memahami cuaca yang seperti apa kedepan ini.

“Hasil kajian dari perkiraan cuaca BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) di akhir bulan Oktober ini terjadi curah hujan yang signifikan, terutama di daerah Kecamatan Karang Intan dan Aranio. Padahal, perkiraan curah hujan secara keseluruhan di awal November. Bahkan perkiraan curah hujan penuh mulai di awal Januari 2025,” ucapnya usai rakor cuaca ekstrem di Martapura, Selasa (22/10/2024).

Fahtar melanjutkan, dari data perkiraan cuaca ini, mereka menyimpulkan potensi bencana angin puting beliung dan angin kencang yang harus diantisipasi.

“Bersama Bidang Kedaruratan dan Logistik juga Tim Reaksi Cepat, kami saat ini mengantisipasi bencana lainnya. Sekarang juga mengatasi dampak dari Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan),” lanjutnya.

Ketika potensi bencana berada di depan mata, Fahtar akui persiapan saat ini untuk sumber daya manusia sangat terbatas.

“Walaupun personel kami sangat terbatas, mengenai perlengkapan khusus untuk kekurangan air atau dampak kekeringan kami merasa cukup. Kami punya lima tangki besar berukuran enam ribu liter untuk memberikan air bersih,” ujarnya.

Kemudian, ia menambahkan tentang ketentuan dan mekanisme pemberian bantuan bagi warga yang terdampak bencana.

“Terutama pihak BPBD sebagai koordinator pelaksanaan kebencanaan, bekerja sama dalam tindak lanjutnya dari pihak dinas sosial (P3AP2KB) Banjar, dan di sisi lain ada dari pihak DPKP (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Banjar, mereka juga ikut dalam penanganan kebencanaan ini,” imbuhnya.

“Kalau untuk besaran dan minimal bantuan kepada warga yang terdampak hanya Dinas Sosial yang menentukannya, bukan dari BPBD,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polres Banjar Siagakan Tim Buru Api Marta Presisi Hadapi Karhutla

22 September 2026 - 12:59 WIB

Pemdes Pekauman Tetapkan Usulan Prioritas Musrenbang

21 September 2026 - 15:41 WIB

Pemdes Keramat Sosialisasikan Perda Pengelolaan Dana

18 September 2026 - 13:30 WIB

Terima Aspirasi Masyarakat, Pemkab Banjar Akan Segera Tindaklanjuti Tuntutan Warga Rantau Bakula

16 September 2026 - 20:08 WIB

TP Posyandu Kabupaten Banjar Bina 20 Desa Pilot Project Pelayanan 6 SPM

16 September 2026 - 19:12 WIB

Dorong Penguatan Sektor Pertanian, Bupati Banjar Kukuhkan KTNA 2026–2031

16 September 2026 - 19:09 WIB

Trending di ADVERTORIAL