Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Banjar · 22 Okt 2024 13:15 WIB

Potensi Cuaca Ekstrem di Depan Mata, BPBD Banjar Lakukan Persiapan


 Potensi Cuaca Ekstrem di Depan Mata, BPBD Banjar Lakukan Persiapan Perbesar

Sejak awal Oktober terjadi intensitas hujan tinggi di Kabupaten Banjar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar bersama stakeholder terkait bekerja sama mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Hal ini berkaca dari tiga tahun lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjar, Abdullah Fahtar menjabarkan upaya mereka yaitu mengetahui dan memahami cuaca yang seperti apa kedepan ini.

“Hasil kajian dari perkiraan cuaca BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) di akhir bulan Oktober ini terjadi curah hujan yang signifikan, terutama di daerah Kecamatan Karang Intan dan Aranio. Padahal, perkiraan curah hujan secara keseluruhan di awal November. Bahkan perkiraan curah hujan penuh mulai di awal Januari 2025,” ucapnya usai rakor cuaca ekstrem di Martapura, Selasa (22/10/2024).

Fahtar melanjutkan, dari data perkiraan cuaca ini, mereka menyimpulkan potensi bencana angin puting beliung dan angin kencang yang harus diantisipasi.

“Bersama Bidang Kedaruratan dan Logistik juga Tim Reaksi Cepat, kami saat ini mengantisipasi bencana lainnya. Sekarang juga mengatasi dampak dari Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan),” lanjutnya.

Ketika potensi bencana berada di depan mata, Fahtar akui persiapan saat ini untuk sumber daya manusia sangat terbatas.

“Walaupun personel kami sangat terbatas, mengenai perlengkapan khusus untuk kekurangan air atau dampak kekeringan kami merasa cukup. Kami punya lima tangki besar berukuran enam ribu liter untuk memberikan air bersih,” ujarnya.

Kemudian, ia menambahkan tentang ketentuan dan mekanisme pemberian bantuan bagi warga yang terdampak bencana.

“Terutama pihak BPBD sebagai koordinator pelaksanaan kebencanaan, bekerja sama dalam tindak lanjutnya dari pihak dinas sosial (P3AP2KB) Banjar, dan di sisi lain ada dari pihak DPKP (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Banjar, mereka juga ikut dalam penanganan kebencanaan ini,” imbuhnya.

“Kalau untuk besaran dan minimal bantuan kepada warga yang terdampak hanya Dinas Sosial yang menentukannya, bukan dari BPBD,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

HUT ke-38 PTAM Intan Banjar, Perkuat Komitmen Tingkatkan Pelayanan kepada Pelanggan

23 Juni 2026 - 21:05 WIB

Siswi MA Hidayatullah Martapura Lolos Seleksi Paskibraka Nasional 2026 Wakili Provinsi Kalsel

23 Juni 2026 - 18:07 WIB

Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Dispersip Banjar Optimis Raih Tiga Besar Nasional

23 Juni 2026 - 18:03 WIB

Disdik Banjar Salurkan 15 Unit Laptop ke SDN Pematang Panjang Dukung Digitalisasi Pendidikan

22 Juni 2026 - 20:36 WIB

Pemkab Banjar Anggarkan Rp5,2 Miliar untuk Bangun Jalan Penghubung Tiga Desa

22 Juni 2026 - 20:24 WIB

Kasi Pidum Kejari Banjar Terbitkan Buku Perdana, Bongkar Problem Restitusi Korban & Peran Kejaksaan sebagai Kurator Negara

21 Juni 2026 - 09:57 WIB

Trending di HUKUM