Ricek.ID – Presiden Prabowo Subianto resmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila yang berada di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Peresmian dilakukan usai Kepala Negara memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026.
Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming tiba di Museum Kesaktian Pancasila untuk meninjau secara langsung wajah baru museum tersebut. Dalam peninjauan, Presiden dan Wakil Presiden didampingi oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyusuri sejumlah diorama yang menampilkan rangkaian peristiwa sejarah. Sejumlah diorama turut dilengkapi tampilan video, sementara di sela peninjauan Presiden Prabowo turut memasuki ruang immersive dan menyaksikan tayangan yang menghadirkan pengalaman visual lebih hidup.
Usai peninjauan, Presiden menuju lokasi peresmian renovasi museum. Ia kemudian menyampaikan pernyataan peresmian yang dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan prasasti.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila,” ujar Prabowo.
Penandatanganan prasasti oleh Presiden menandai secara resmi selesainya renovasi Museum Kesaktian Pancasila. Museum yang semula bernama Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) tersebut pertama kali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1 Oktober 1992. Setelah lebih dari tiga dekade, museum tersebut mendapatkan pembaruan dan kembali diresmikan pada tanggal yang sama, 1 Oktober 2026, oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pembaruan yang dilakukan terhadap sejumlah bagian Museum, mulai dari narasi dan alur cerita hingga tata pamer yang kini dilengkapi dengan teknologi digital dan pengalaman imersif.
“Hari ini juga kita meresmikan Museum Kesaktian Pancasila. Ini museum yang merupakan museum sejarah,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangannya kepada awak media usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila.
Menurut Fadli, renovasi dilakukan untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang pembelajaran sejarah. Selain pembaruan pada narasi, penyajian koleksi juga ditata dengan alur yang lebih lengkap dan diperkuat berbagai sentuhan teknologi.
“Ini direnovasi, termasuk narasinya, kemudian storyline-nya, display-nya, kemudian ada sentuhan digital di dalamnya juga, di dioramanya ada digitalnya dan ada immersive juga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fadli mengatakan pembaruan juga dilakukan terhadap urutan waktu dan konteks sejarah yang disajikan kepada pengunjung. Penyempurnaan tersebut turut melibatkan para sejarawan agar narasi yang disampaikan kepada publik lebih lengkap.
“Sebenarnya ada lebih banyak sentuhan-sentuhan digital dan juga narasinya yang lebih lengkap. Pada waktu itu memang belum lengkap, terutama secara sekuens, lini masanya itu belum terlalu lengkap, dan ini dilengkapi juga oleh para sejarawan,” ungkap Fadli.
Selain ruang pamer dan diorama, renovasi turut mencakup ruang relik yang menyimpan sejumlah benda terkait para Pahlawan Revolusi, seperti pakaian, jam tangan, serta memorabilia lainnya. Fadli berharap koleksi tersebut dapat membantu masyarakat memahami peristiwa sejarah melalui benda-benda yang menjadi bagian dari memori masa lalu.
Proses renovasi mulai dilakukan setelah peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun sebelumnya. Kini, setelah pembaruan selesai, Fadli memastikan museum telah dapat dikunjungi kembali oleh masyarakat.
“Ya, sudah terbuka untuk umum,” ujarnya.
Fadli juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar museum-museum sejarah terus dirawat, dilindungi, dan direvitalisasi sehingga tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan ingatan bersama bangsa.
“Presiden tentu melihat museum-museum, termasuk museum-museum sejarah ini harus kita rawat, kita lindungi, kita revitalisasi, dan ini sedang berlangsung dan sedang berjalan juga, termasuk di daerah-daerah, agar museum bisa juga menjadi pusat edukasi, belajar, dan juga menjadi tempat untuk memori kolektif bangsa,” tutur Fadli.
Melalui revitalisasi tersebut, Museum Kesaktian Pancasila diharapkan makin relevan bagi generasi muda. Fadli secara khusus mengajak siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum untuk mengunjungi museum sebagai salah satu ruang untuk mempelajari perjalanan sejarah Indonesia.
“Jadi ini kita harapkan nanti masyarakat, terutama para siswa, mahasiswa, atau umum, publik bisa berkunjung ke sini sebagai bagian yang penting dari sejarah panjang kita,” pungkasnya.
Sumber : BPMI Setpres








