Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

NASIONAL · 16 Okt 2026 19:15 WIB

Prioritaskan Peningkatan Nilai Manfaat Bagi Jemaah, Menhaj Dorong BPKH Perkuat Pengelolaan Dana Haji


 Prioritaskan Peningkatan Nilai Manfaat Bagi Jemaah, Menhaj Dorong BPKH Perkuat Pengelolaan Dana Haji Perbesar

Ricek.ID – Penguatan peran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadi salah satu arah penataan pengelolaan keuangan haji guna mengoptimalkan nilai manfaat bagi jemaah sekaligus memitigasi risiko investasi. Pengelolaan dana haji juga diharapkan tetap berpegang pada prinsip bahwa dana yang dihimpun dari jemaah diperuntukkan bagi penyelenggaraan ibadah haji.

Hal tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, saat menjadi pembicara kunci dalam seminar 8th International Hajj Fund Forum di Jakarta pada Kamis (15/10/2026).

“Harapan kita lebih pada penguatan peran BPKH, sekaligus kita ingin bahwa dana itu menjadi restricted fund, artinya dana haji ya untuk haji, tidak keluar dari haji,” kata Irfan Yusuf.

Forum tersebut merupakan bagian dari penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan Yusuf menekankan pentingnya meninjau kembali pola pengelolaan dana haji agar dana yang dihimpun dapat dikelola secara optimal dan memberikan nilai manfaat yang lebih besar, baik bagi jemaah yang akan berangkat maupun jemaah yang masih berada dalam masa tunggu.

Menurut Menhaj, diversifikasi pengelolaan dan investasi menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi konsentrasi risiko sekaligus membuka peluang peningkatan nilai manfaat bagi jemaah.

“Kita harapkan bisa lebih terpencar, pertama untuk mengurangi risiko, kemudian yang kedua tentu mencarikan nilai-nilai manfaat yang lebih besar daripada di satu titik tadi,” ujar Menhaj.

Penguatan tata kelola dana haji tersebut juga berkaitan dengan proses revisi Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji yang saat ini tengah dibahas di DPR RI. Pemerintah telah menyampaikan surat presiden kepada DPR untuk melanjutkan proses legislasi dan pembahasan antara kedua pihak tengah berjalan.

Terkait penguatan kelembagaan dalam revisi regulasi tersebut, Irfan Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pembahasan bersama DPR. Meski demikian, penguatan peran BPKH menjadi salah satu arah yang diharapkan dalam penataan pengelolaan keuangan haji ke depan.

“Penguatan peran BPKH, sebetulnya kita ingin lebih dari itu, tapi sementara itu cukup dari itu,” ujar Irfan Yusuf.

Melalui penguatan peran BPKH, pengelolaan keuangan haji diharapkan semakin optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, mitigasi risiko, dan orientasi pada peningkatan nilai manfaat bagi jemaah. Pengelolaan dana haji juga diharapkan tetap selaras dengan peruntukannya untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji secara berkelanjutan.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perkuat Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Gelar Pelatihan Pengelolaan Risiko Satwa Liar se-Asia Tenggara

4 November 2026 - 12:46 WIB

Satgas Pangan Polri Ungkap Produksi 525 Ton Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label

3 November 2026 - 19:30 WIB

Presiden Prabowo Bahas Langkah Strategis Penguatan Ketahanan Energi Nasional

3 November 2026 - 19:27 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Stabilitas Ekonomi hingga Efisiensi APBN

3 November 2026 - 19:25 WIB

Menko Perekonomian Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga & Masih Kuat

3 November 2026 - 19:23 WIB

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Trending di NASIONAL