Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

ADVERTORIAL · 22 Jul 2026 16:26 WIB

Sebarkan Surat Edaran, DKPP Banjar Minta Pembudidaya Ikan Bijak Gunakan Air Selama Kemarau


 Sebarkan Surat Edaran, DKPP Banjar Minta Pembudidaya Ikan Bijak Gunakan Air Selama Kemarau Perbesar

Ricek.ID – Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha perikanan budidaya, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar mulai menyebarkan surat edaran kepada para pembudidaya ikan.

Surat edaran tersebut berisi informasi mengenai pengaturan penambahan debit air dari Bendungan Karang Intan menuju Sungai Riam Kanan, sekaligus imbauan kepada para pembudidaya ikan dan pengguna air agar memanfaatkan sumber daya air secara bijaksana di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, pada Rabu (22/7/2026) mengatakan penyampaian surat edaran dilakukan secara berkala agar informasi mengenai kondisi perairan dan langkah antisipasi dapat segera diketahui para pelaku usaha perikanan.

“Kami secara rutin menyampaikan surat edaran kepada para pembudidaya ikan. Hari ini kami kembali menyampaikan informasi mengenai pengaturan penambahan debit air dari Bendungan Karang Intan ke Sungai Riam Kanan, sekaligus mengimbau seluruh pemanfaat air dan pembudidaya ikan agar menggunakan air secara arif dan bijaksana,” ujarnya,

Pengaturan bukaan pintu bendungan dilakukan mulai 17 hingga 30 Juli 2026 atau selama dua pekan. Kebijakan tersebut akan dievaluasi sesuai perkembangan kondisi hidrologi di lapangan. Penambahan debit air diharapkan mampu meningkatkan aliran Sungai Riam Kanan, memperbaiki kualitas air, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha budidaya ikan yang mulai terdampak penurunan debit air akibat musim kemarau.

Menurut Bandi, kondisi kemarau yang terjadi saat ini merupakan fenomena alam yang harus dipahami bersama. Karena itu, para pembudidaya diharapkan dapat menyesuaikan pola pengelolaan kolam maupun keramba dengan kondisi debit air yang tersedia agar usaha budidaya tetap berjalan.

Ia menilai kesadaran dalam memanfaatkan air menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap sektor perikanan budidaya.

“Harapan kami para pembudidaya dapat memahami kondisi alam yang sedang terjadi. Mari kita bersahabat dengan alam dengan menggunakan air sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, sehingga sumber daya air tetap terjaga dan usaha budidaya ikan dapat terus berlangsung,” katanya.

DKPP Kabupaten Banjar berharap penyebaran surat edaran tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan para pembudidaya ikan sekaligus mendorong penggunaan air yang lebih efisien. Dengan begitu, dampak musim kemarau terhadap sektor perikanan budidaya di Kabupaten Banjar diharapkan dapat diminimalkan.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PWI & PT Pelsart Bagikan Bantuan Tandon Air untuk Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kotabaru

30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

PDI Perjuangan Nias Utara Gelar Aksi Sosial Berbagi Sembako di Hari Sumpah Pemuda ke-98

29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Polres Tanah Laut, Teguhkan Semangat Patriotisme & Kepedulian

28 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Ajak Pemuda Berkontribusi bagi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Trending di ADVERTORIAL