Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 20 Agu 2026 19:28 WIB

Sinkronkan Data Tanaman Pangan 2026, DPKP Kalsel Sebut Produksi Padi Capai 937 Ribu Ton


 Sinkronkan Data Tanaman Pangan 2026, DPKP Kalsel Sebut Produksi Padi Capai 937 Ribu Ton Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Data Tanaman Pangan Tahun 2026 di Banjarbaru pada Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, didampingi Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Noor Istiqosari serta Kabid Tanaman Pangan Masliyana.

Pertemuan ini diikuti petugas pengumpulan dan pelaporan data tanaman pangan dari kabupaten/kota se-Kalsel, baik secara langsung maupun melalui Zoom.

Syamsir Rahman mengatakan, rapat koordinasi tersebut menjadi bagian penting untuk menyamakan dan menyinkronkan data produksi tanaman pangan antara pemerintah daerah dengan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Ini tidak lain untuk mensinkronkan data. Jangan sampai data itu jauh berbeda dengan apa yang dibuat oleh BPS. Sumbernya dari Badan Pusat Statistik, kemudian dari dinas sendiri bagaimana angkanya tidak boleh jauh berbeda,” ujarnya.

Syamsir menegaskan, data yang menjadi acuan utama capaian produksi tetap mengacu pada hasil Kerangka Sampel Area (KSA) yang dilakukan BPS. Karena itu, seluruh jajaran terkait perlu memastikan proses pengumpulan dan pelaporan data di daerah berjalan baik.

Ia menyebutkan, pada 2025 produksi padi Kalsel mencapai sekitar 1.179.000 ton atau hampir 1,2 juta ton. Sementara itu, berdasarkan angka sementara KSA 2026 hingga periode September, produksi padi Kalsel telah mencapai sekitar 937.000 ton.

“Dibandingkan bulan yang sama September 2024, ada kenaikan sekitar 239 ribu ton. Alhamdulillah ini masih berlangsung terus panen kita sampai nanti mungkin di akhir September, lalu lanjut lagi di bulan-bulan berikutnya,” jelasnya.

Syamsir berharap produksi padi Kalsel pada 2026 setidaknya mampu menyamai capaian tahun sebelumnya, bahkan meningkat. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras para petani di tengah kondisi iklim yang kurang bersahabat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani yang tetap melakukan pertanaman di sejumlah wilayah, di antaranya kawasan lahan rawa dan daerah Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan serta Hulu Sungai Tengah.

“Semoga bisa mencapai angka minimal sama dengan tahun 2025. Kalau melebihi, Alhamdulillah. Sementara Kalimantan Selatan menjadi terdepan capaian produksi padi kita dibandingkan dengan provinsi tetangga di Pulau Kalimantan,” katanya.

Sementara itu, Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan DPKP Kalsel, Noor Istiqosari, mengatakan ketersediaan data yang akurat, valid dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan pertanian.

Menurutnya, data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan monitoring hingga evaluasi terhadap capaian kinerja pembangunan pertanian.

Untuk memperoleh data yang akurat, valid dan tepat waktu, diperlukan proses sistematis mulai dari pengumpulan, verifikasi, validasi, pengolahan hingga penyajian data statistik.

“Hal tersebut juga harus didukung sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi,” kata Sari.

Sari menjelaskan, penghitungan produksi tanaman pangan dilakukan secara bertahap melalui penyusunan angka sementara dan angka tetap. Dalam pelaksanaannya, penghitungan statistik tanaman pangan dilakukan bersama BPS Provinsi Kalsel.

“Untuk mengantisipasi dan meminimalkan permasalahan yang mungkin timbul, diperlukan koordinasi dan komunikasi antara petugas pengumpul data dan petugas pengolah data,” jelasnya.

Sari menambahkan, pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi mengenai penerapan metode pengumpulan data serta penyampaian laporan dari kabupaten/kota.

“Diharapkan tersedia data tanaman pangan yang akurat, valid, konsisten dan tepat waktu,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Workshop KPPI, Dorong Penguatan Perempuan dalam Politik

8 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Hari Pramuka ke-65 di Kotabaru Resmi Ditutup, Syairi: Persaudaraan Jangan Berakhir

8 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Produksi Padi Nasional 2026 hingga Agustus Mencapai 43,89 Juta Ton

7 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Wali Kota Banjarbaru Luncurkan Program STEM di SDN 2 Landasan Ulin Barat

7 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Wali Kota Banjarbaru Serahkan Bantuan Busana Muslim di Panti Budi Sejahtera

7 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Pemko Banjarbaru Terima Kunjungan Wakil Dubes Belanda, Bahas Isu Lingkungan

7 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL