Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

PENDIDIKAN · 26 Jul 2025 13:10 WIB

SMA di Banjarbaru dan Martapura Bersiap Terapkan Pembelajaran Coding dan AI


 SMA di Banjarbaru dan Martapura Bersiap Terapkan Pembelajaran Coding dan AI Perbesar

Riceknews.id – Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kalimantan Selatan mulai bersiap menerapkan mata pelajaran (mapel) Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). SMAN 2 Banjarbaru dan SMAN 1 Martapura, misalnya, telah mengambil langkah awal, termasuk mengintegrasikan materi coding dalam mata pelajaran informatika.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Banjarbaru, Fitri, menjelaskan bahwa pihak sekolah belum memasukkan KKA sebagai mata pelajaran pilihan pada tahun ajaran ini.

“Kami sudah mendaftar pelatihan coding gelombang kedua yang dijadwalkan September 2025. Namun, karena kegiatan belajar mengajar sudah berjalan, untuk tahun ajaran ini kami belum memasukkan Coding dan Kecerdasan Artifisial sebagai mata pelajaran pilihan,” ujar Fitri pada Jumat (25/7/2025).

Meskipun demikian, SMAN 2 Banjarbaru tetap menyisipkan materi coding dalam pelajaran Informatika yang menjadi bagian dari kurikulum utama. Fitri menjelaskan bahwa coding dianggap sebagai bagian dari Informatika, sehingga dasar-dasarnya dapat diajarkan kepada siswa.

“Kami juga telah memiliki dua guru Informatika yang mempelajari modul KKA secara mandiri melalui berbagai webinar dan sumber digital. Guru yang didaftarkan pelatihan akan menjadi pengampu utama saat KKA diterapkan pada tahun ajaran berikutnya,” tambahnya.

Kedua guru tersebut akan mengajar di sepuluh rombongan belajar (rombel) kelas X. Pengajaran akan difasilitasi sesuai minat siswa, bahkan jika hanya tiga atau empat rombel yang berminat pada KKA.

“Satu guru pun sebenarnya cukup, apalagi dua. Yang penting distribusi jamnya sesuai agar tidak mengganggu sertifikasi guru lain,” katanya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 1 Martapura, Eko Sanyoto, juga menyatakan kesiapan serupa. Pihaknya telah berkoordinasi dengan tim pengembang kurikulum untuk mempersiapkan pembelajaran coding dan AI di sekolah.

“Kami sudah menunjuk satu guru untuk mengikuti pelatihan coding yang akan dilaksanakan mulai 28 Juli hingga 1 Agustus 2025. Sementara ini, coding tetap kami integrasikan ke dalam mata pelajaran Informatika,” kata Eko.

Ia menambahkan, SMAN 1 Martapura memiliki dua guru TIK yang akan dilibatkan dalam pengajaran coding dan AI. “Satu hingga dua guru dinilai cukup untuk menjalankan pembelajaran secara efektif dengan jumlah sepuluh rombel di kelas X,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Gelar Open House, Kenalkan Program Ini bagi Masyarakat Umum

26 Juni 2026 - 18:02 WIB

UNIVSM & Kementerian Hukum Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual serta Pos Bantuan Hukum di Balangan

24 Juni 2026 - 18:31 WIB

Dukung Pendidikan Berkualitas, PTK Berikan Penghargaan kepada 200 Siswa Berprestasi

23 Juni 2026 - 09:01 WIB

Disdik Banjar Salurkan 15 Unit Laptop ke SDN Pematang Panjang Dukung Digitalisasi Pendidikan

22 Juni 2026 - 20:36 WIB

Siap Layani Siswa Berkebutuhan Khusus, Disdikbud Kalsel Perluas Pendidikan Inklusi di 334 SMA & SMK

17 Juni 2026 - 19:28 WIB

Tingkatkan Penyerapan Lulusan SMK, Disdikbud Kalsel Akan Optimalkan Tracer Study

12 Juni 2026 - 18:17 WIB

Trending di DAERAH