Ricek.ID – Pemanfaatan teknologi digital membuka ruang bagi masyarakat untuk terus berbagi pengetahuan dan memberikan manfaat tanpa dibatasi usia. Hal itu tecermin dari kiprah Melan Achmad atau yang dikenal sebagai Mbah Guru Matematika, pendidik berusia 79 tahun yang tetap mengajar matematika secara gratis melalui platform digital.
Dalam rilis pada Senin (10/8/2026), Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menyerahkan penghargaan kategori Satria SDM Emas kepada Melan atas dedikasinya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pendidikan.
“Bapak Melan ini memberikan contoh bahwa usia bukan menjadi batas untuk terus memberikan manfaat. Teknologi digital justru bisa menjadi ruang untuk berbagi ilmu kepada masyarakat secara lebih luas,” ujar Angga mewakili Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam puncak perayaan HUT ke-3 Garuda TV bertajuk Mahayuga di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Minggu (9/8/2026).
Menurut Angga, kiprah Melan menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melan diketahui tetap mengabdikan diri di bidang pendidikan setelah memasuki usia lanjut. Ia mengajar matematika secara gratis melalui konten pembelajaran di media sosial sehingga materi yang disampaikannya dapat menjangkau masyarakat di luar ruang kelas.
“Yang kita lihat dari Pak Melan bukan sekadar kemampuan mengajar matematika. Ada semangat untuk terus belajar, berbagi, dan menggunakan teknologi sebagai sarana pendidikan,” kata Angga.
Melan memulai karier sebagai pendidik pada 1970 di Aceh dan kemudian melanjutkan pengabdiannya di Purworejo, Jawa Tengah. Setelah hampir lima dekade mengajar dan pensiun pada 2018, ia tetap melanjutkan aktivitas pendidikan melalui media sosial.
Dengan bantuan anaknya, Melan mulai membuat konten pembelajaran matematika melalui akun TikTok @binaprestasiswa. Pemanfaatan platform digital tersebut membuat materi pembelajaran yang disampaikannya dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Dedikasi Melan di bidang pendidikan juga pernah mendapat penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Guru Nasional 2024. Saat itu, Melan menerima penghargaan berupa plakat, laptop, dan uang tunai Rp100 juta.
Angga menilai perjalanan Melan menjadi contoh bahwa ekosistem digital dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus berkarya, berbagi pengetahuan, dan menghasilkan manfaat tanpa terikat batas usia maupun ruang.
“Ini contoh konkret bagaimana transformasi digital bisa memberi ruang kepada siapa pun untuk tetap berkarya dan memberikan manfaat. Kita ingin semakin banyak orang menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan memberi nilai bagi masyarakat,” tegasnya.
Sumber : infopublik.id









