Banjir melanda 25 desa tersebar di enam kecamatan Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalteng mengakibatkan 3.940 rumah warga terdampak awal 2024 ini.
Pemkab Kapuas pun kini telah meningkatkan status jadi Tanggap Darurat yang sebelumnya Siaga Darurat.
“Kita tingkatkan statusnya menjadi Tanggap Darurat selama 14 hari ke depan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Panahatan Sinaga, Jumat, (19/1/2024).
Sementara, Penjabat (Pj) Bupati Kapuas Provinsi Kalteng, Erlin Hardi meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terus memantau kondisi banjir.
Organisasi perangkat daerah tersebut seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
“Saya juga meminta BPBD agar berkoordinasi terus dengan desa-desa dan kecamatan yang mengalami bencana banjir,” kata Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi Jumat (19/1/2024).
Menurut Erlin Hardi, dengan ditetapkannya status tanggap darurat bencana banjir,
sehingga penyaluran bantuan logistik ke daerah-daerah yang terdampak banjir bisa cepat dilaksanakan.
Erlin Hardi juga menyatakan akan segera turun ke beberapa desa untuk mengecek langsung kondisi masyarakat yang terdampak bencana banjir.
“Rencananya dalam waktu dekat saya akan ke lokasi. Kalau misalnya ada warga yang mengungsi kita akan siapkan tenda dan tenaga kesehatan ketika ada warga yang sakit,” pungkasnya.
Adapun enam kecamatan yang dilanda banjir saat ini meliputi Kecamatan Mantangai, Pasak Talawang, Kapuas Tengah, Kapuas Hulu, Dadahup dan Kecamatan Timpah.
















