Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

ADVERTORIAL · 2 Agu 2026 19:22 WIB

Wakil Ketua IV KBB Sambut Wisatawan Malaysia, Dorong Evaluasi Layanan & Fasilitas Ramah Lansia


 Wakil Ketua IV KBB Sambut Wisatawan Malaysia, Dorong Evaluasi Layanan & Fasilitas Ramah Lansia Perbesar

Ricek.ID – Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) bersama para pegiat pariwisata membawa rombongan 33 wisatawan asal Ipoh, Malaysia, berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Minggu (2/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kualitas layanan dan pembenahan fasilitas pariwisata agar lebih profesional, nyaman, serta ramah bagi wisatawan lanjut usia (lansia).

Dari 33 wisatawan yang mengikuti perjalanan, sebanyak 18 orang merupakan lansia berusia di atas 60 tahun. Meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ini dinilai turut dipengaruhi oleh dibukanya rute penerbangan langsung AirAsia menuju Kalimantan Selatan.

Wakil Ketua IV Kerukunan Bubuhan Banjar, Muhammad Ary, menegaskan pentingnya penerapan Sapta Pesona secara nyata di seluruh destinasi wisata, bukan sekadar menjadi slogan. Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan terhadap aspek keamanan, kenyamanan, kebersihan, hingga ketersediaan cendera mata bagi wisatawan.

Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Perusahaan Umum Daerah Pasar Bauntung Batuah (Perusda PBB) untuk menata Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura agar lebih nyaman, tertata, dan inklusif.

“Setiap bulan selalu ada rombongan wisatawan, baik dalam jumlah besar maupun kecil, dari Malaysia dan Singapura. Mayoritas adalah lansia. Karena itu, fasilitas publik seperti tempat ibadah yang nyaman, tidak panas, serta toilet bersih dengan kloset duduk sangat dibutuhkan,” ujarnya. 

Selain Pasar CBS Martapura, Muhammad Ary juga menyoroti kondisi wisata Pasar Terapung Lok Baintan. Ia menilai perubahan perilaku sebagian pedagang mulai mengurangi kenyamanan wisatawan.

Menurutnya, cara berdagang yang terlalu agresif, seperti mengejar atau memperebutkan satu perahu wisatawan hingga dikerumuni banyak pedagang, dapat menimbulkan kesan kurang nyaman bagi pengunjung. Ia berharap instansi terkait melakukan pembinaan berkelanjutan agar nilai budaya dan keramahan masyarakat Banjar tetap terjaga.

Muhammad Ary menambahkan, kunjungan wisatawan mancanegara tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis antara pengusaha keturunan Banjar di Malaysia dengan daerah asal mereka.

Dalam rombongan tersebut turut hadir pengusaha pembangkit listrik tenaga air asal Malaysia, Haji Mazlan, serta pengusaha energi surya, Datuk Muhammad Guntur. Kehadiran mereka diharapkan dapat membuka peluang transfer teknologi di bidang energi bagi generasi muda Kabupaten Banjar.

Sementara itu salah seorang perwakilan wisatawan, Mazlan, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menelusuri silsilah keluarga.

Sebagai keturunan Banjar generasi keempat di Malaysia, ia menceritakan garis keturunannya yang bermula dari sang buyut.

“Datuk buyut saya bernama Haji Ismail yang pertama kali datang ke Malaysia. Beliau memiliki anak bernama Haji Wahid, kemudian ayah saya Mansur, dan sekarang generasi keempat adalah saya,” tuturnya.

Mazlan menjelaskan komunitas masyarakat keturunan Banjar berkembang di sejumlah negara bagian Malaysia, seperti Perak, Selangor, dan Johor. Di Perak, permukiman warga Banjar tersebar di Bagan Serai, Teluk Intan, hingga Kampung Gajah.

Karena mayoritas peserta merupakan lansia, destinasi wisata yang dipilih difokuskan pada lokasi yang mudah diakses dan tidak memerlukan aktivitas fisik berat.

“Peserta rombongan banyak yang sudah lanjut usia, bahkan yang tertua berumur 87 tahun. Jadi kami memilih wisata yang santai. Kalau nanti ada rombongan yang lebih muda, baru bisa mengunjungi lokasi yang lebih menantang,” katanya.

Di akhir kunjungan ke kawasan Pasar CBS, rombongan wisatawan tampak antusias membeli berbagai oleh-oleh khas Banjar untuk dibawa pulang ke Malaysia. Kerajinan yang paling menarik perhatian mereka di antaranya jangang, yakni aksesori khas Banjar yang terbuat dari akar kayu lokal, serta kupiah kerajinan tangan khas Martapura.

Sebelum tiba di Kabupaten Banjar, rombongan lebih dahulu mengunjungi sejumlah destinasi di Banjarmasin dan kawasan pendulangan intan Cempaka, Kota Banjarbaru. Setelah menyelesaikan agenda wisata di Martapura, mereka dijadwalkan kembali ke Malaysia pada Senin mendatang.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kabupaten Banjar Jadi Tuan Rumah Festival Gateball se-Kalsel Piala Ketua KORMI 2026

2 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Taman Budaya Kalsel Hadirkan Ruang Apresiasi Sastra Inklusif dalam Peringatan Hari Puisi 2026

2 Agustus 2026 - 17:06 WIB

BPBD Kalsel Perkuat Posko Lapangan untuk Penanganan Karhutla, Menko Polkam Sampaikan Apresiasi

2 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Tekankan Sinergi & Kepedulian Masyarakat, Menko Polkam Optimis Karhutla Kalsel Terkendali

2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ikuti Baitul Arqam Tingkat Wilayah Kalsel, Guru TK ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar Perkuat Kepemimpinan Amal Usaha

2 Agustus 2026 - 16:57 WIB

500 Tahun Kota Seribu Sungai, Sekda Buka Kejuaraan Menembak Wali Kota Banjarmasin Cup 2026

2 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Trending di Banjarmasin