Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

HEADLINE · 23 Agu 2024 21:58 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa Kawal Putusan MK di Banjarmasin Berujung Ricuh


 Unjuk Rasa Mahasiswa Kawal Putusan MK di Banjarmasin Berujung Ricuh Perbesar

Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan berkumpul di titik 0 Kilometer dan melakukan long march menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan, Jumat (23/8/2024) sekitar pukul 15.00 WITA.

Sambil membawa poster, massa berusaha mendekati gedung DPRD namun dihadang oleh ratusan personel kepolisian yang dilengkapi peralatan lengkap.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi pun tak terhindarkan. Meski sempat dipukul mundur, para demonstran memutuskan untuk bertahan di lokasi unjuk rasa hingga malam hari.

Ketegangan kembali meningkat saat barisan mahasiswa kembali mencoba menerobos barikade pengamanan. Dalam situasi yang semakin memanas, massa mulai melemparkan berbagai benda seperti botol dan batu ke arah polisi.

Tindakan tersebut mendapat respons dari pihak kepolisian yang segera melakukan pengamanan terhadap beberapa mahasiswa yang diduga sebagai provokator.

Namun, dalam proses tersebut, diduga terjadi tindakan kekerasan berupa pemukulan dan penyeretan paksa terhadap mahasiswa oleh petugas.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Kalimantan Selatan, Abdi Aswadi, menyatakan bahwa bentrokan tersebut mengakibatkan puluhan mahasiswa menjadi korban.

“Ada puluhan teman-teman kami yang mengalami luka-luka, sesak napas, hingga pingsan. Beberapa di antaranya harus dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin,” ujarnya kepada awak media di lokasi unjuk rasa.

Di sisi lain, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Cuncun Kurniadi, membantah adanya tindakan kekerasan berlebihan dari pihak kepolisian.

Menurutnya, pengamanan dilakukan sesuai prosedur untuk mengendalikan situasi yang semakin memanas.

“Kami hanya melakukan pengamanan sesuai prosedur. Jika ada mahasiswa yang diduga provokator, kami akan proses sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat korban dari sejumlah petugas pengamanan yang sudah mendapat penanganan medis.

Cuncun memastikan pihaknya akan bertanggung jawab kepada para korban yang dirujuk ke rumah sakit.

Dari data sementara pihak mahasiswa juga mengklaim ada 3 orang dari rombongan yang belum diketahui keberadaannya.

Massa akhirnya membubarkan diri, setelah bertahan sekitar 6 jam di lokasi unjuk rasa. Sementara pantauan di lapangan, lebih dari 5 unit ambulans sibuk mengevakuasi para korban.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

6 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

30 September 2026 - 07:40 WIB

Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

23 September 2026 - 17:10 WIB

Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

23 September 2026 - 14:14 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Trending di HEADLINE