Menu

Mode Gelap
Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari Karhutla di Cindai Alus Martapura, Kabel Listrik Putus Hambat Pemadaman

ADVERTORIAL · 3 Agu 2026 17:46 WIB

6.691 Hektare Lahan Pertanian Alami Kekeringan, BPTPH Kalsel Perkuat Mitigasi


 6.691 Hektare Lahan Pertanian Alami Kekeringan, BPTPH Kalsel Perkuat Mitigasi Perbesar

Ricek.ID – Hingga 31 Juli 2026, Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan (BPTPH Kalsel) mencatat seluas 6.691 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan.

Dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino tersebut juga menyebabkan sebagian tanaman mengalami puso.

Kepala BPTPH Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni, pada Senin (3/8/2026) mengatakan pihaknya terus melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap petani melalui petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), baik dalam penanganan hama dan penyakit tanaman maupun mitigasi dampak perubahan iklim.

“Sebagai unit pelaksana teknis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, kami terus melakukan pengawalan di lapangan. Sesuai prediksi BMKG, puncak kemarau terjadi pada Juli hingga September, bahkan berpotensi berlangsung lebih panjang karena pengaruh El Nino,” ujarnya.

Berdasarkan data BPTPH per 31 Juli 2026, lahan padi yang terdampak kekeringan mencapai 6.691 hektare, dengan luas puso sekitar 1,3 hektare. Sementara pada komoditas jagung, kekeringan terjadi di lahan seluas 5,5 hektare dan hingga kini belum dilaporkan adanya puso.

Lestari menjelaskan wilayah terdampak paling luas berada di Kabupaten Tanah Laut dengan 3.383 hektare, disusul Kabupaten Barito Kuala seluas 1.919 hektare, Kabupaten Banjar seluas 622 hektare, dan Kabupaten Tanah Bumbu seluas 446 hektare.

Untuk kejadian puso, tercatat terjadi di Kabupaten Barito Kuala seluas 1 hektare dan Kota Banjarbaru seluas 0,3 hektare dari total lahan terdampak sekitar 150 hektare.

“Seiring masih tingginya suhu udara dan belum turunnya hujan, kami memperkirakan luas dampak kekeringan masih berpotensi bertambah,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPTPH telah menginstruksikan seluruh petugas POPT di lapangan untuk melakukan pemantauan terhadap ketersediaan sumber air di kawasan persawahan.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama dinas pertanian kabupaten/kota serta Balai Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang masih tersedia melalui sistem pompanisasi.

Khusus di wilayah lahan pasang surut seperti Kabupaten Barito Kuala yang memiliki sumber air dengan tingkat keasaman tinggi, BPTPH mendorong pemanfaatan sumur pertanian sebagai alternatif pengairan. Di sisi lain, pemerintah juga berharap adanya dukungan pelaksanaan hujan buatan guna mengurangi dampak kekeringan di sejumlah daerah.

Selain areal tanam, kekeringan juga berdampak pada lahan persemaian padi. Hingga akhir Juli 2026, tercatat 275 kg persemaian terdampak, dengan 125 kg di antaranya mengalami puso. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu dengan persemaian terdampak seluas 150 kg namun belum mengalami puso, sedangkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan seluruh 125 kg persemaian yang terdampak dilaporkan mengalami puso.

Menghadapi musim kemarau, Lestari juga mengimbau petani yang telah selesai panen agar tidak melakukan pembakaran sisa tanaman.

Ia mendorong penerapan Pengolahan Lahan Tanpa Bakar dengan memanfaatkan jerami sebagai bahan kompos sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi risiko kebakaran lahan.

“Kami mengajak petani untuk tidak membakar jerami setelah panen. Jerami dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos melalui pengolahan lahan tanpa bakar sehingga lebih ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kesuburan tanah,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PLN Icon Plus Regional Kalimantan Dorong Kepedulian Lewat Donor Darah

23 September 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL