Banjarbaru- Pemerintah Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, terus mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik melalui pemanfaatan Dana Alokasi Umum (DAU) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Melalui alokasi tersebut, empat kelurahan di Kecamatan Liang Anggang, yakni Landasan Ulin Barat, Landasan Ulin Selatan, Landasan Ulin Tengah, dan Landasan Ulin Utara, masing-masing menerima anggaran sebesar Rp200 juta.
Dengan demikian, total DAU yang dialokasikan untuk empat kelurahan tersebut mencapai Rp800 juta. Anggaran setiap kelurahan dibagi ke dalam dua sektor utama, yakni Rp140 juta untuk kegiatan fisik dan Rp60 juta untuk pemberdayaan masyarakat.
Anggaran Difokuskan pada Infrastruktur Kelurahan
Camat Liang Anggang, Lia Astuti, mengatakan pemanfaatan DAU difokuskan untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Untuk kegiatan fisik, sejumlah pembangunan tengah direalisasikan, di antaranya pembuatan drainase, paving block, dan bata pres.
Sementara itu, anggaran pemberdayaan diarahkan untuk mendukung program prioritas Pemerintah Kota Banjarbaru.
“Untuk pemberdayaan diarahkan untuk mendukung program prioritas di Pemerintah Kota Banjarbaru, seperti sosialisasi pilah sampah dan rencana budidaya maggot di Landasan Ulin Selatan,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Progres Pembangunan Capai Lebih dari 80 Persen
Lia mengungkapkan, progres pembangunan fisik di empat kelurahan menunjukkan capaian positif. Rata-rata realisasi pekerjaan telah melampaui 80 persen dan ditargetkan rampung pada bulan ini.
Ia menegaskan, pemanfaatan anggaran tersebut akan terus dievaluasi agar setiap kegiatan benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian untuk program selanjutnya adalah pembangunan sumur resapan, terutama di wilayah yang rawan mengalami genangan maupun banjir.
“Ke depannya, kegiatan yang didanai akan terus dievaluasi dan disesuaikan agar benar-benar menyasar kebutuhan yang paling esensial bagi masyarakat, seperti rencana pembangunan sumur resapan di wilayah rawan banjir,” ucapnya.
Pembangunan dan Pemberdayaan Berjalan Beriringan
Melalui alokasi DAU tersebut, Kecamatan Liang Anggang berharap pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Dengan demikian, anggaran pemerintah tidak sekadar terserap, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di empat kelurahan. (MedCenBJB)















