Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

PENDIDIKAN · 18 Jul 2023 15:18 WIB

Cegah Kasus Bullying, DPRD Banjar Godok Raperda Perlindungan Anak


 Ilustrasi anak bullying. Foto: pixabay. Perbesar

Ilustrasi anak bullying. Foto: pixabay.

Masa tahun ajaran baru sekolah tahun 2023-2024 sudah dimulai sejak Senin (17/7/2023), termasuk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pengenalan lingkungan sekolah untuk anak didik, diminta untuk menciptakan suasana yang ramah, riang, dan gembira, tanpa adanya kekerasan atau bullying.

“Persoalan bullying ini jadi perhatian penting kami,” ujar Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas P3AP2KB Kabupaten Banjar, Merilu Ripner, Selasa (18/7/2023).

“Tahun ajaran baru seperti ini merupakan momen tepat bagi kami meningkatkan sosialisasi dan edukasi pencegahan bullying di ligkungan sekolah,” sambungnya.

Ia mengungkapkan, kasus bullying di sekolah khususnya Kabupaten Banjar juga sering terjadi, dari tingkat sekolah dasar sampai menengah atas.

Ia menceritakan, tahun 2022 pihaknya menangani seorang anak yang putus sekolah akibat dibully saat masih duduk di bangku TK.

“Karena anak tersebut trauma, akhirnya berhenti sekolah sejak kelas 5 SD. Saat ini usianya sudah 17 tahun, ternyata kejadian itu memberi efek traumatis yang luar biasa,” tandasnya.

Di sisi lain, DPRD Kabupaten Banjar masih menyiapkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perlindungan anak.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Ismail Hasan mengatakan tujuan raperda tersebut salah satunya guna meminimalisir kasus bullying.

“Agar kedepan bisa menjadi dasar bagi pemerintah khususnya SKPD terkait untuk menindaklanjuti, maka raperda perlindungan anak harus dibuat, tentunya juga agar perilaku bullying dapat diminimalisir,” ucap Ismail.

Ismail menjelaskan, tanggung jawab pencegahan bullying tidak hanya ada pada institusi pendidikan, tetapi juga tanggung jawab orang tua dan lingkungan masyarakat sekitar.

“Peran orang tua sangat penting dengan berkomunikasi yang baik dengan anak,” tuturnya.

Di sisi lain, ia menilai banyaknya kasus bullying membuktikan bahwa pendidikan karakter dan mental sangat penting.

“Agar anak-anak tidak mudah membully temannya dan juga untuk korban tidak mudah down ketika dibully,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gelar IHT Literasi-Numerasi & Digitalisasi Pembelajaran di BGTK Kalsel, SMP Negeri 2 Juai Tingkatkan Kompetensi Guru

24 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Politeknik Kotabaru Wisuda 79 Lulusan, Siap Hadapi Dunia Kerja

12 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Wali Kota Banjarbaru Luncurkan Program STEM di SDN 2 Landasan Ulin Barat

7 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Raih Pelayanan Prima PEKPPP Nasional, Pemkab Banjar Apresiasi Capaian Disdik

5 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Peringati Hari Batik Nasional, TK Pertiwi Ranting Ajak Anak Belajar Membatik dengan Pewarna Makanan

4 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Asah Jiwa Wirausaha & Kreativitas Murid, SMP Negeri 1 Martapura Gelar Market Day

4 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Trending di ADVERTORIAL