Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

Kab. Banjar · 24 Apr 2024 11:43 WIB

Pemkab Banjar Gelar Kajian Awal Rencana Pembangunan Industri 2025-2045


 Pemkab Banjar Gelar Kajian Awal Rencana Pembangunan Industri 2025-2045 Perbesar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro,Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) menggelar ekspose awal kajian revisi Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Banjar (RPIK) 2025-2045, di Aula Barakat lantai 2 Martapura, Rabu (24/4/2024).

Sekda Banjar HM Hilman mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mengkaji capaian pembangunan industri selama periode sebelumnya, mengindentifiksi potensi baru yang dapat dikembangkan dan menyesuaikan strategi kebijakan.

Kajian ini lanjut Hilman melibatkan stakeholder dari pemerintah daerah dan akademisi melalui Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang memberikan arahan untuk hasil yang optimal merumuskan langkah-langkah yang tepat dan berkelanjutan.

“Harapannya dengan kolaborasi bersama dapat menghasilkan rencana pembangunan industri Kabupaten Banjar yang lebih relevan dan berkelanjutan,” harapnya.

Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar I Gusti Made Suryawati menjelaskan, tujuan dari kajian ini adalah sebagai pedoman untuk melaksanakan revisi RPIK 2025-2045.

“Salah satunya pedoman untuk memperbaharui data mikro dan makro sesuai kondisi riil sebagai tolak ukur awal sasaran dan target pembangunan industri dalam 20 tahun kedepan,” jelasnya.

Anggota Tim LPPM ULM Yusanto Nugroho menjelaskan, berdasarkan perubahan rencana pembangunan industri di tingkat provinsi dan nasional maka perubahan atau revisi pembangunan industri di Kabupaten Banjar juga dilakukan.

“Revisi RPIK selama 20 tahun ke depan ini harus sinkron dengan RPJMD dan RPJPD Kabupaten Banjar sesuai dengan potensi berdasarkan prioritas dengan menggali berbagai komoditas unggulan,” jelas Yusanto.

Dari hasil kajian sementara ini didapatkan dari industri prioritas yang ada di Kabupaten Banjar antara lain industri pertanian, perikanan, dan pariwisata.

“Data yang didapatkan pada tahap awal ini dari instansi masih dalam tahap awal belum mendapatkan data berdasarkan visual di lapangan,” ungkapnya.

Ia berharap dalam kajian 5 bulan ke depan didapatkan data visual di lapangan oleh Tim LPPM ULM sehingga bisa diketahui unggulan pokok yang menjadi prioritas dengan memetakan secara utuh kondisi riil industri-industri dan UMKM-UMKM yang ada di desa dan kecamatan se-Kabupaten Banjar.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Salurkan 10.000 Liter Air Bersih di 16 Lokasi Terdampak Kekeringan, Polres Banjar Siapkan Bantuan Bergilir

9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Optimalkan PAD, TP2DD Banjar Dorong Perluasan Transaksi Digital

9 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Gelar Bimtek Olahan Waluh di Sungai Batang, DKPP Banjar Tingkatkan Nilai Jual Pangan Lokal

8 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Bakesbangpol Kabupaten Banjar Fasilitasi Peran Masyarakat Tangkal Radikalisme & Berita Hoaks

8 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Sosialisasi Penggunaan Pestisida Aman, Distan Banjar Jaga Kesehatan Petani & Lingkungan

8 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL