Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

EKOBIS · 31 Jul 2024 13:18 WIB

Harga Cabai Tiung Tembus Rp75 Ribu, Pedagang Sebut Imbas Pasokan Kosong


 Harga Cabai Tiung Tembus Rp75 Ribu. foto-hans Perbesar

Harga Cabai Tiung Tembus Rp75 Ribu. foto-hans

Penghujung Juli 2024, harga sejumlah jenis cabai di Pasar Sentra Antasari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) melambung tinggi.

Pedagang menyebut kenaikan harga ini terjadi untuk jenis cabai tiung dan cabai taji. Kedua jenis cabai itu kompak naik hingga nyaris dua kali lipat dari Rp40 ribu menjadi Rp75 ribu per kilogram.

“Sudah beberapa hari terakhir naik. Normalnya untuk taji dan tiung itu Rp40 ribu per kilogram,” kata Suliha, salah seorang pedagang cabai kepada www.riceknews.com, Rabu (31/7/2024).

Suliha bilang, mahalnya harga cabai tiung dan taji ini ditengarai imbas kekosongan pasokan dari daerah penghasil seperti Sulawesi dan Pulau Jawa.

“Jadi stok kita di pasar Antasari ikut terdampak kosong dan langka,” tambahnya.

Senada, pedagang cabai Suraji mengaku mahalnya cabai taji dan tiung terjadi karena pasokan yang langka.

Ia bahkan memprediksi harga akan tetap melambung tinggi, meski pasokan kembali normal. Asumsi ini bukan tanpa alasan, mengingat saat ini memasuki musim penghujan, sehingga petani cabai tidak ingin mengambil risiko dan khawatir merugi.

“Para petani pasti memanen dalam jumlah yang sedikit. Mereka takut cabai busuk saat pengiriman, karena sudah masuk musim penghujan,” tuturnya.

Kendati sejumlah cabai melambung tinggi, beberapa jenis cabai lain masih normal bahkan ada yang anjlok. Salah satunya cabai keringit yang turun Rp20 ribu/kilogram dari harga normal Rp35 ribu/kilogram.

Anjloknya harga juga terjadi untuk tomat, pedagang merugi karena melimpahnya pasokan tomat hingga membuat harga di pasaran turun menjadi Rp5 ribu/kilogram.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga & Dukcapil Perkuat Ketepatan Subsidi Energi

12 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Finalisasi Perpres Ekosistem Transportasi Digital, Pengemudi Ojol Akan Berstatus Pelaku Usaha Mikro

11 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Gubernur Kalsel Tinjau Pasar Tradisional HST, Harga Sejumlah Komoditas Bahan Pokok Naik Jelang Maulid

11 Agustus 2026 - 19:24 WIB

OJK Jadikan Penguatan Pasar Modal Indonesia Sebagai Prioritas Utama

11 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Investasi di Kabupaten Banjar Banjar Lampaui Target, Tiga Sektor Unggulan Jadi Pendorong Utama

11 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Gubernur BI Definitif Kosong, Presiden Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal

10 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Trending di EKOBIS