Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

EKOBIS · 31 Jul 2024 13:18 WIB

Harga Cabai Tiung Tembus Rp75 Ribu, Pedagang Sebut Imbas Pasokan Kosong


 Harga Cabai Tiung Tembus Rp75 Ribu. foto-hans Perbesar

Harga Cabai Tiung Tembus Rp75 Ribu. foto-hans

Penghujung Juli 2024, harga sejumlah jenis cabai di Pasar Sentra Antasari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) melambung tinggi.

Pedagang menyebut kenaikan harga ini terjadi untuk jenis cabai tiung dan cabai taji. Kedua jenis cabai itu kompak naik hingga nyaris dua kali lipat dari Rp40 ribu menjadi Rp75 ribu per kilogram.

“Sudah beberapa hari terakhir naik. Normalnya untuk taji dan tiung itu Rp40 ribu per kilogram,” kata Suliha, salah seorang pedagang cabai kepada www.riceknews.com, Rabu (31/7/2024).

Suliha bilang, mahalnya harga cabai tiung dan taji ini ditengarai imbas kekosongan pasokan dari daerah penghasil seperti Sulawesi dan Pulau Jawa.

“Jadi stok kita di pasar Antasari ikut terdampak kosong dan langka,” tambahnya.

Senada, pedagang cabai Suraji mengaku mahalnya cabai taji dan tiung terjadi karena pasokan yang langka.

Ia bahkan memprediksi harga akan tetap melambung tinggi, meski pasokan kembali normal. Asumsi ini bukan tanpa alasan, mengingat saat ini memasuki musim penghujan, sehingga petani cabai tidak ingin mengambil risiko dan khawatir merugi.

“Para petani pasti memanen dalam jumlah yang sedikit. Mereka takut cabai busuk saat pengiriman, karena sudah masuk musim penghujan,” tuturnya.

Kendati sejumlah cabai melambung tinggi, beberapa jenis cabai lain masih normal bahkan ada yang anjlok. Salah satunya cabai keringit yang turun Rp20 ribu/kilogram dari harga normal Rp35 ribu/kilogram.

Anjloknya harga juga terjadi untuk tomat, pedagang merugi karena melimpahnya pasokan tomat hingga membuat harga di pasaran turun menjadi Rp5 ribu/kilogram.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Komisi IV DPR Pastikan Stok Beras Aman & Produksi Padi 2026 Terjaga

2 Oktober 2026 - 21:05 WIB

IHK Kalsel Pada September 2026 Naik Jadi 114,33

2 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

2 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Nilai Ekspor Indonesia Selama Januari-Agustus 2026 Naik 4,74 Persen

1 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Pemerintah Dorong Kelanjutan Program Ketenagakerjaan & Insentif Ekonomi pada 2027

30 September 2026 - 20:49 WIB

Presiden Prabowo Pastikan Efisiensi APBN untuk Kesejahteraan Rakyat

30 September 2026 - 20:47 WIB

Trending di EKOBIS