Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

EKOBIS · 7 Okt 2024 08:35 WIB

Indonesia Alami Deflasi Sejak Mei 2024, Apa Itu Deflasi?


 ilustrasi penjual bantal tak laku. foto-donasionline.id/abahandiry Perbesar

ilustrasi penjual bantal tak laku. foto-donasionline.id/abahandiry

Negara Republik Indonesia alami deflasi selama lima bulan terhitung sejak Mei 2024 lalu. Deflasi adalah kondisi harga barang atau jasa mengalami penurunan karena daya beli masyarakat juga rendah. Berbagai macam faktor mengakibatkan deflasi ini terjadi.

Deflasi pada Mei 2024 lalu di Indonesia sebesar 0,03 persen MTM (month to montoh). Berlanjut Juni 2024 angkanya naik menjadi 0,08 persen dan bahkan pada Juli 2024 tembus 0,18 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatat, pada Agustus 2024 angka deflasi mulai membaik, kembali ke 0,03 persen secara bulanan. Namun, pada September 2024 mulai memburuk lagi dengan angka mencapai 0,12 persen.

Plt Kepala BPS Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan Deflasi September 2024 menjadi yang terparah dalam lima tahun terakhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Secara historis, deflasi September 2024 merupakan deflasi terdalam dibandingkan bulan yang sama dalam lima tahun terakhir, dengan tingkat deflasi sebesar 0,12 persen mtm,” kata Amalia dalam Konferensi Pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (1/10) lalu.

Menanggapi hal ini, Jokowi memastikan deflasi dan inflasi harus dikendalikan, sehingga harga barang tetap stabil dan tidak merugikan banyak sektor ekonomi Indonesia.

“Jangan sampai harga-harga terlalu rendah supaya produsen tidak dirugikan. Itu menjaga keseimbangan yang tidak mudah dan kami akan berusaha terus,” pesan presiden kepada awak media di IKN, Minggu (6/10/2024).

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pemerintah Gulirkan Stimulus Ekonomi di Semester II 2026, Mulai Diskon Transportasi hingga Bantuan Pangan

23 Juni 2026 - 18:14 WIB

Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru, Pemprov Kalsel Dukung Pengembangan Perdagangan Karbon

23 Juni 2026 - 17:59 WIB

Presiden Prabowo Sampaikan Arahan Terkait Transformasi BUMN & Optimalisasi Aset Negara

22 Juni 2026 - 20:27 WIB

Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Pelaku Usaha Banua Bisa Manfaatkan Layanan Transaksi Internasional

22 Juni 2026 - 20:21 WIB

Kemenhub RI Berikan Diskon Tarif Transportasi Selama Libur Sekolah 2026

21 Juni 2026 - 20:32 WIB

Indonesia Siapkan Cadangan Pangan & Infrastruktur Pertanian Nasional Hadapi El Nino Godzilla

20 Juni 2026 - 20:13 WIB

Trending di EKOBIS