Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

HEADLINE · 6 Nov 2024 14:11 WIB

Darurat Imunisasi, Kabupaten Banjar Zona Merah Campak dan Polio


 Seorang bayi sedang disuntik imunisasi program nasional. foto-VOA Indonesia Perbesar

Seorang bayi sedang disuntik imunisasi program nasional. foto-VOA Indonesia

Kabupaten Banjar ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan RI sebagai zona merah risiko tinggi penyakit campak dan polio. Tercatat, suspek campak sebanyak 54 anak dalam dua bulan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, Yasna Khairina, mengatakan penyebab tingginya suspek campak lantaran rendahnya capaian imunisasi balita.

“Terbaru ada empat anak yang positif campak, setelah dicek semuanya terbukti status imunisasinya tidak ada,” ungkap Yasna Selasa (5/11/2024).

Yasna menjelaskan, selama tiga tahun terakhir, capaian imunisasi belum 95 persen. Di 2024 ini, terhitung Januari – Agustus baru mencapai 44,42 persen anak usia 0 – 8 bulan yang diimunisasi lengkap.

“Dari total target 10.212 anak se-Kabupaten Banjar, terdata imunisasi lengkap dari hanya mencapai 4536 anak atau 44,42 persen dari total target,” jabarnya.

Menurutnya, hal ini sangat mengkhawatirkan, karena risiko penyakit menjadi tinggi. “Ini juga penyebab Kabupaten Banjar menjadi zona merah,” kata Yasna.

Yasna mengklaim, sejauh ini pihaknya sudah melakukan penyuluhan terhadap masyarakat yang bersedia datang ke posyandu agar anaknya diimunisasi.

“Adapun masyarakat yang masih enggan datang, kami akan bekerja sama dengan aparat desa beserta pihak lainnya untuk menjemput bola melakukan penyuluhan dan pendampingan,” kata Yasna.

Di sisi lain, Yasna menyebut memang sebagian para orang tua yang enggan membawa anaknya ikut imunisasi. Alasannya beragam.

“Ada yang takut anak demam pasca-imunisasi, hingga meragukan kehalalan imunisasi itu sendiri, padahal sudah ada fatwa MUI soal kehalalannya,” pungkasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjar, Marzuki menambahkan, kedepannya akan ada penetapan desa sadar imunisasi, hal ini merupakan program kerja sama dengan aparat desa, kecamatan, dan puskesmas.

“Agar bersama – sama berupaya meningkatkan cakupan imunisasi di setiap desa. Jadi akan ada perbaikan pendataan sasaran, sosialisasi bersama, kemudian jika dapat bersepakat bersama maka kami akan kunjungan rumah ke rumah,” tambahnya.

Perlu diketahui, imunisasi di puskesmas dan posyandu gratis berupa imunisasi Hepatitis B, BCG, Polio Tetes (OPV), Polio Suntik (IPV), DPT-HB-Hib, PCV, Rotavirus, Campak Rubela, dan JE.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

23 September 2026 - 17:10 WIB

Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

23 September 2026 - 14:14 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Polres Banjar Siagakan Tim Buru Api Marta Presisi Hadapi Karhutla

22 September 2026 - 12:59 WIB

Pemdes Pekauman Tetapkan Usulan Prioritas Musrenbang

21 September 2026 - 15:41 WIB

Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

20 September 2026 - 18:10 WIB

Trending di HEADLINE