Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

HEADLINE · 6 Nov 2024 14:11 WIB

Darurat Imunisasi, Kabupaten Banjar Zona Merah Campak dan Polio


 Seorang bayi sedang disuntik imunisasi program nasional. foto-VOA Indonesia Perbesar

Seorang bayi sedang disuntik imunisasi program nasional. foto-VOA Indonesia

Kabupaten Banjar ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan RI sebagai zona merah risiko tinggi penyakit campak dan polio. Tercatat, suspek campak sebanyak 54 anak dalam dua bulan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, Yasna Khairina, mengatakan penyebab tingginya suspek campak lantaran rendahnya capaian imunisasi balita.

“Terbaru ada empat anak yang positif campak, setelah dicek semuanya terbukti status imunisasinya tidak ada,” ungkap Yasna Selasa (5/11/2024).

Yasna menjelaskan, selama tiga tahun terakhir, capaian imunisasi belum 95 persen. Di 2024 ini, terhitung Januari – Agustus baru mencapai 44,42 persen anak usia 0 – 8 bulan yang diimunisasi lengkap.

“Dari total target 10.212 anak se-Kabupaten Banjar, terdata imunisasi lengkap dari hanya mencapai 4536 anak atau 44,42 persen dari total target,” jabarnya.

Menurutnya, hal ini sangat mengkhawatirkan, karena risiko penyakit menjadi tinggi. “Ini juga penyebab Kabupaten Banjar menjadi zona merah,” kata Yasna.

Yasna mengklaim, sejauh ini pihaknya sudah melakukan penyuluhan terhadap masyarakat yang bersedia datang ke posyandu agar anaknya diimunisasi.

“Adapun masyarakat yang masih enggan datang, kami akan bekerja sama dengan aparat desa beserta pihak lainnya untuk menjemput bola melakukan penyuluhan dan pendampingan,” kata Yasna.

Di sisi lain, Yasna menyebut memang sebagian para orang tua yang enggan membawa anaknya ikut imunisasi. Alasannya beragam.

“Ada yang takut anak demam pasca-imunisasi, hingga meragukan kehalalan imunisasi itu sendiri, padahal sudah ada fatwa MUI soal kehalalannya,” pungkasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjar, Marzuki menambahkan, kedepannya akan ada penetapan desa sadar imunisasi, hal ini merupakan program kerja sama dengan aparat desa, kecamatan, dan puskesmas.

“Agar bersama – sama berupaya meningkatkan cakupan imunisasi di setiap desa. Jadi akan ada perbaikan pendataan sasaran, sosialisasi bersama, kemudian jika dapat bersepakat bersama maka kami akan kunjungan rumah ke rumah,” tambahnya.

Perlu diketahui, imunisasi di puskesmas dan posyandu gratis berupa imunisasi Hepatitis B, BCG, Polio Tetes (OPV), Polio Suntik (IPV), DPT-HB-Hib, PCV, Rotavirus, Campak Rubela, dan JE.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

706 Pesilat Kalimantan Ramaikan Piala Bupati Banjar Cup 2026

8 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Latih 125 Anggota PMR, PMI Banjar Tingkatkan Keterampilan Pertolongan Pertama

8 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Warga Tak Sendiri, Pemkab Banjar Hadir Bantu Hadapi Musibah Kebakaran di Gambut

7 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Kwarcab Pramuka Kabupaten Banjar Lepas 60 Kontingen Menuju Jamnas XII

7 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Siapkan Layanan Uji KIR Kendaraan Listrik, Dishub Banjar Usulkan Pengadaan Alat Khusus Tahun Depan

7 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Emban Jabatan Baru di Kejati Kalsel, Ini Rekam Jejak Jaksa Penggiat Keadilan Restoratif

6 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Trending di ADVERTORIAL