Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

HEADLINE · 26 Mei 2025 21:54 WIB

Polres Banjar Amankan 10 Terduga Premanisme Usai Video Viral di Pengaron


 Video aksi premanisme di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, viral di media sosial. Perbesar

Video aksi premanisme di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, viral di media sosial.

Riceknews.Id – Sebuah aksi premanisme yang terekam dalam video berdurasi 2 menit 33 detik menjadi viral di media sosial sejak Minggu (25/5/2025). Dalam video tersebut, pria bertopi koboi terlihat mengancam warga dengan sebilah parang panjang di Dusun Baliangin Bawah, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Kejadian ini bikin heboh.

Dari informasi yang dihimpun, insiden ini diduga dipicu oleh kegiatan pertambangan di wilayah tersebut. Meskipun tidak ada laporan korban dari aksi premanisme ini, pria dalam video tersebut, yang diketahui bernama Janit, kemudian meminta maaf di Kantor Kepolisian Sektor Pengaron pada malam harinya.

“Saya Janit, bersama tim satgas, dengan ini meminta maaf kepada warga Dusun Baliangin Bawah dan Desa Mangkauk atas kejadian dan keributan kemarin. Apabila saya mengulangi, saya siap untuk diproses secara hukum yang berlaku,” ucap Janit sambil membaca permohonan maaf, seperti terlihat dalam video yang diterima.

Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya telah mengamankan 10 orang terduga pelaku premanisme.

“Yang bawa parang sudah kami amankan, kurang lebih 10 orang, dan sudah kita lakukan pembinaan,” ujar Kapolres Banjar AKBP Fadli pada Senin (26/5) usai apel siaga Karhutla.

Kapolres mengakui bahwa aksi premanisme ini dilatarbelakangi oleh kegiatan tambang batu bara. “Masalah tambang itu memang tambangnya belum ada, (karena) baru pembuatan jalannya,” terang Kapolres.

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Kapolres menyatakan pihaknya akan memanggil pihak-pihak yang terlibat. “Supaya tidak ada lagi kegiatan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Kapolres Banjar juga memastikan bahwa anggota dan Kapolsek Pengaron akan melakukan pengecekan kembali ke lapangan untuk menindaklanjuti aksi premanisme ini.

Pewarta: Hendra

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Usai Pencopotan Dadan

3 Juni 2026 - 12:15 WIB

Tembus 3,08 Persen, Inflasi Tahunan Mei 2026 Didominasi Kenaikan Harga Pangan

2 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jadi Korban Begal Payudara, Santriwati di Martapura Alami Trauma Berat

2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Tegaskan Pancasila Pedoman Membangun Bangsa, Tak Hanya Sekadar Slogan

1 Juni 2026 - 20:26 WIB

Terjadi Pembubaran Ibadah di Bantul, Menag: “Tak Boleh Terulang Lagi”

31 Mei 2026 - 18:49 WIB

Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, BPH Migas Minta Masyarakat Tak Takut Melapor

31 Mei 2026 - 18:37 WIB

Trending di HEADLINE