Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

EKOBIS · 8 Jul 2025 22:30 WIB

Harga Gas LPG 3Kg di Banjar Melonjak, Pemkab Sebut Distribusi Jadi Penyebabnya


 Raapt koordinasi antara Pemkab Banjar dengan para agen gas LPG, Selasa (8/7/2025). foto-Haris Perbesar

Raapt koordinasi antara Pemkab Banjar dengan para agen gas LPG, Selasa (8/7/2025). foto-Haris

Riceknews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar tengah menelusuri penyebab lonjakan harga gas LPG 3 kg bersubsidi yang meresahkan warga. Dugaan awal mengarah pada kendala distribusi dari agen ke pangkalan.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Banjar telah memanggil 17 agen gas LPG 3 kg untuk rapat koordinasi 10 di antanya yang hadir di Aula Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar, Selasa (8/7/2025).

Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Banjar, Rachmad Ferdiansyah, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan para agen, salah satu pemicu utama kenaikan harga adalah terhentinya pengantaran pada hari libur nasional atau tanggal merah.

“Distribusi gas melon (LPG 3 kg) berhenti pada hari libur. Akibatnya, pangkalan mengalami kekurangan stok. Meskipun pasokan diganti pada hari lain, kelangkaan sesaat ini memicu kenaikan harga di tingkat pengecer,” jelas Rachmad usai rapat.

Menurutnya, para agen mengakui adanya kendala dalam proses pendistribusian tersebut. Selain masalah distribusi, lanjut Rachmad, pemerintah juga mendalami beberapa kemungkinan lain, seperti potensi bertambahnya jumlah warga miskin yang berhak menerima subsidi atau stok gas yang memang berkurang dari pusat.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Banjar akan menggelar rapat bersama PT Pertamina Patra Niaga pada Senin (14/7) pekan depan.

“Dalam pertemuan itu, kami akan membahas penerbitan surat edaran yang mengatur sanksi bagi para pengecer yang menjual gas melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET),” tegasnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kemetrologian dan Bina Usaha DKUMPP Banjar, Rudy Mulyadi, mengimbau masyarakat untuk proaktif dalam melakukan pengawasan. Dari total 754 pangkalan yang ada di Kabupaten Banjar, ia meminta warga tidak segan melapor jika menemukan praktik culas.

“Jika masyarakat menemukan pangkalan yang ‘bermain’ harga, silakan rekam dalam bentuk foto atau video dan segera laporkan kepada kami. Kami akan menindaklanjutinya sesuai kewenangan,” seru Rudy.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok & Distribusi Pertalite Nasional Aman

13 Juni 2026 - 18:08 WIB

KEM-PPKF RAPBN Tahun 2027 Disepakati, Defisit Anggaran Dijaga di Bawah Batas Aman

12 Juni 2026 - 18:21 WIB

Pertamina Pastikan Keamanan Suplai Usai Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi

11 Juni 2026 - 19:11 WIB

Menkeu Optimis Ekonomi Akan Tumbuh Tinggi Melalui Sinergi Kebijakan Fiskal & Moneter

11 Juni 2026 - 09:49 WIB

IHSG Menguat, OJK Sebut Prospek Pasar Modal Indonesia dalam Jalur Positif

10 Juni 2026 - 19:20 WIB

Sambangi Istana Negara, DEN Temui Presiden Bahas Isu Ekonomi Nasional

10 Juni 2026 - 09:43 WIB

Trending di EKOBIS