Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

EKOBIS · 8 Jul 2025 22:30 WIB

Harga Gas LPG 3Kg di Banjar Melonjak, Pemkab Sebut Distribusi Jadi Penyebabnya


 Raapt koordinasi antara Pemkab Banjar dengan para agen gas LPG, Selasa (8/7/2025). foto-Haris Perbesar

Raapt koordinasi antara Pemkab Banjar dengan para agen gas LPG, Selasa (8/7/2025). foto-Haris

Riceknews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar tengah menelusuri penyebab lonjakan harga gas LPG 3 kg bersubsidi yang meresahkan warga. Dugaan awal mengarah pada kendala distribusi dari agen ke pangkalan.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Banjar telah memanggil 17 agen gas LPG 3 kg untuk rapat koordinasi 10 di antanya yang hadir di Aula Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar, Selasa (8/7/2025).

Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Banjar, Rachmad Ferdiansyah, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan para agen, salah satu pemicu utama kenaikan harga adalah terhentinya pengantaran pada hari libur nasional atau tanggal merah.

“Distribusi gas melon (LPG 3 kg) berhenti pada hari libur. Akibatnya, pangkalan mengalami kekurangan stok. Meskipun pasokan diganti pada hari lain, kelangkaan sesaat ini memicu kenaikan harga di tingkat pengecer,” jelas Rachmad usai rapat.

Menurutnya, para agen mengakui adanya kendala dalam proses pendistribusian tersebut. Selain masalah distribusi, lanjut Rachmad, pemerintah juga mendalami beberapa kemungkinan lain, seperti potensi bertambahnya jumlah warga miskin yang berhak menerima subsidi atau stok gas yang memang berkurang dari pusat.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Banjar akan menggelar rapat bersama PT Pertamina Patra Niaga pada Senin (14/7) pekan depan.

“Dalam pertemuan itu, kami akan membahas penerbitan surat edaran yang mengatur sanksi bagi para pengecer yang menjual gas melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET),” tegasnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kemetrologian dan Bina Usaha DKUMPP Banjar, Rudy Mulyadi, mengimbau masyarakat untuk proaktif dalam melakukan pengawasan. Dari total 754 pangkalan yang ada di Kabupaten Banjar, ia meminta warga tidak segan melapor jika menemukan praktik culas.

“Jika masyarakat menemukan pangkalan yang ‘bermain’ harga, silakan rekam dalam bentuk foto atau video dan segera laporkan kepada kami. Kami akan menindaklanjutinya sesuai kewenangan,” seru Rudy.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jelang Nataru 2027, Diskoperindag Kotabaru Gelar Pasar Murah di Limbur Raya

5 November 2026 - 11:10 WIB

Menko Perekonomian Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga & Masih Kuat

3 November 2026 - 19:23 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Masih Surplus USD3,36 Miliar

2 November 2026 - 19:36 WIB

Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima & Besaran Bantuan Rp900 Ribu

1 November 2026 - 19:46 WIB

Istana Ingatkan Imbas Keputusan MSCI, BI Terus Fokus Jaga Stabilitas Rupiah

30 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Menko Perekonomian Dukung Kemajuan Warung Kelontong

29 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Trending di EKOBIS