Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

PENDIDIKAN · 22 Jul 2025 06:17 WIB

SMPN 1 Martapura Akan Terapkan Mapel Coding dan AI, Sudah Siap?


 SMPN 1 Martapura Akan Terapkan Mapel Coding dan AI, Sudah Siap? Perbesar

Riceknews.id – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Martapura bersiap menerapkan pembelanaran coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sesuai instruksi pemerintah pusat.

Dalam persiapan ini, sarananya belum memadai dan kurangnya tenaga pengajar. Hal ini disampaikan pihak sekolah di Jalan Ahmad Yani, Martapura, Kabupaten Banjar.

Kepala Sekolah SMPN 1 Martapura, Yatim Dwi Margono, menjelaskan bahwa saat ini hanya ada satu tenaga pengajar yang akan mengampu mapel KKA untuk sembilan rombongan belajar (rombel) di kelas tujuh.

“Guru tersebut baru saja mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan Hasnur pada 14 sampai 18 Juli lalu,” ujar Margono, Senin (21/7/2025).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025, pelaksanaan mapel KKA akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kelas tujuh di SMPN 1 Martapura.

“Sebenarnya satu tenaga pengajar itu berlatar belakang informatika. Bahkan untuk mapel informatika saja kami seharusnya punya tiga tenaga pengajar, saat ini hanya ada dua, dan salah satunya merangkap mengajar mapel KKA,” tambah Margono.

Kendala tenaga pengajar ini diperparah dengan adanya Surat Edaran Instruksi Bupati Banjar Nomor KP.00.01/394/BKPSDM/2023 yang melarang pengangkatan pegawai non-PNS atau non-PPPK di Lingkungan Pemkab Banjar.

Akibatnya, pihak sekolah tidak dapat mengangkat guru honorer, sementara setiap tahun ada guru senior yang pensiun.

“Namun, kami mengerti maksud dari pemerintah agar mengangkat seluruh tenaga honorer yang ada untuk menjadi PNS atau PPPK,” kata Margono.

Selain itu, sarana dan prasarana untuk mapel KKA di SMPN 1 Martapura juga belum memadai. Margono menyebut, jika sarana memadai, para guru sebenarnya bisa belajar secara mandiri.

“Karena belum memadai, jadi kami akan tetap menunggu sekaligus keputusan dari pihak atasan kapan kami bisa menerapkan [mapel KKA] ini,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Dukung Pendidikan Berkualitas, PTK Berikan Penghargaan kepada 200 Siswa Berprestasi

23 Juni 2026 - 09:01 WIB

Disdik Banjar Salurkan 15 Unit Laptop ke SDN Pematang Panjang Dukung Digitalisasi Pendidikan

22 Juni 2026 - 20:36 WIB

Siap Layani Siswa Berkebutuhan Khusus, Disdikbud Kalsel Perluas Pendidikan Inklusi di 334 SMA & SMK

17 Juni 2026 - 19:28 WIB

Tingkatkan Penyerapan Lulusan SMK, Disdikbud Kalsel Akan Optimalkan Tracer Study

12 Juni 2026 - 18:17 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sertifikasi hingga Tunjangan untuk Percepat Reformasi Guru

10 Juni 2026 - 09:25 WIB

Pemerintah Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah di 2045 Melalui Perpres PP ATS

3 Juni 2026 - 18:32 WIB

Trending di NASIONAL