Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

Pemprov Kalsel · 31 Jul 2025 21:17 WIB

Disdikbud Kalsel Dorong SMA Non-BOS Kinerja Terapkan Mapel Coding dan AI


 Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Disdikbud Kalsel, Gusti Musriadi. Foto: Haris Perbesar

Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Disdikbud Kalsel, Gusti Musriadi. Foto: Haris

Riceknews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tidak menerima Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOS Kin) untuk tetap dapat melaksanakan mata pelajaran (Mapel) pilihan Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Disdikbud Kalsel, Gusti Musriadi, menjelaskan bahwa sekolah yang tidak menerima BOS Kin bisa mengintegrasikan Mapel KKA ke dalam pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Jadi kalau sekolah penerima BOS Kin bisa menggunakan anggarannya agar para guru bisa ikut pelatihan Mapel KKA ini. Bagi SMA lain tetap bisa menerapkan Mapel KKA ini dengan syarat empat ratus siswa lebih,” kata Gusti, Kamis (31/7/2025).

Menurut Gusti, penerapan Mapel KKA masih bersifat bertahap dan belum wajib. Hal ini disesuaikan dengan kesiapan guru, siswa, serta sarana dan prasarana sekolah.

Hanya 92 dari sekitar 210 sekolah yang menerima BOS Kin. Dana BOS Kin ini akan dialokasikan sekolah untuk mengikuti pelatihan dari Hasnur Centre.

“Sesuai Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2025, sekolah akan menerapkan Mapel KKA tahun ini dengan fokus meningkatkan kualitas SDM,” tambahnya.

Gusti juga menegaskan bahwa pelaksanaan KKA tidak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga pada etika dan tanggung jawab digital.

“Anak-anak harus diajarkan menggunakan teknologi secara bijak. Ini bukan hanya tentang coding, tapi juga membentuk karakter dan kesadaran etis,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Rapat Koordinasi Karhutla Bersama Forkopimda Kalsel, Muhidin Tegaskan Optimalisasi Pemadaman Terus Dilakukan

17 September 2026 - 20:02 WIB

Wagub Kalsel Hadiri Seminar Kebangsaan & Kuliah Perdana IAI KHAS Al-Arsyadi Kandangan

16 September 2026 - 21:47 WIB

Trending di ADVERTORIAL