Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Pemprov Kalsel · 31 Jul 2025 21:17 WIB

Disdikbud Kalsel Dorong SMA Non-BOS Kinerja Terapkan Mapel Coding dan AI


 Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Disdikbud Kalsel, Gusti Musriadi. Foto: Haris Perbesar

Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Disdikbud Kalsel, Gusti Musriadi. Foto: Haris

Riceknews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tidak menerima Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOS Kin) untuk tetap dapat melaksanakan mata pelajaran (Mapel) pilihan Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Disdikbud Kalsel, Gusti Musriadi, menjelaskan bahwa sekolah yang tidak menerima BOS Kin bisa mengintegrasikan Mapel KKA ke dalam pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Jadi kalau sekolah penerima BOS Kin bisa menggunakan anggarannya agar para guru bisa ikut pelatihan Mapel KKA ini. Bagi SMA lain tetap bisa menerapkan Mapel KKA ini dengan syarat empat ratus siswa lebih,” kata Gusti, Kamis (31/7/2025).

Menurut Gusti, penerapan Mapel KKA masih bersifat bertahap dan belum wajib. Hal ini disesuaikan dengan kesiapan guru, siswa, serta sarana dan prasarana sekolah.

Hanya 92 dari sekitar 210 sekolah yang menerima BOS Kin. Dana BOS Kin ini akan dialokasikan sekolah untuk mengikuti pelatihan dari Hasnur Centre.

“Sesuai Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2025, sekolah akan menerapkan Mapel KKA tahun ini dengan fokus meningkatkan kualitas SDM,” tambahnya.

Gusti juga menegaskan bahwa pelaksanaan KKA tidak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga pada etika dan tanggung jawab digital.

“Anak-anak harus diajarkan menggunakan teknologi secara bijak. Ini bukan hanya tentang coding, tapi juga membentuk karakter dan kesadaran etis,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Kunjungi RSUD Ansari Saleh, Tinjau Rencana Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir & Pusat Layanan Jantung Terpadu

26 Juni 2026 - 19:49 WIB

Dispora & FORSGI Kalsel Dorong Pembinaan Atlet melalui Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo 2026, Kalsel Raih Sejumlah Prestasi Membanggakan

26 Juni 2026 - 18:19 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Gelar Open House, Kenalkan Program Ini bagi Masyarakat Umum

26 Juni 2026 - 18:02 WIB

Kemenko Polkam RI Sebut Sekolah Rakyat Efektif Memutus Mata Rantai Kemiskinan

26 Juni 2026 - 17:59 WIB

Diskominfo Kalsel Siap Dukung Lion Air Publikasikan Pembukaan Rute Internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur

25 Juni 2026 - 21:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL