Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

HEADLINE · 7 Sep 2025 17:24 WIB

Gerhana Bulan Total Malam Ini 7 September 2025 dan Cara Melihatnya


 Ilustrasi gerhana bulan total. Foto: Yu Kato Unsplas Perbesar

Ilustrasi gerhana bulan total. Foto: Yu Kato Unsplas

Riceknews.Id – Gerhana bulan total, yang sering disebut Blood Moon” atau Bulan Darah, akan menghiasi langit malam nanti dan bisa disaksikan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Jangan lewatkan peristiwa langka ini!

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan total terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus.

Pada puncaknya, bulan akan terlihat memerah karena cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi mengalami hamburan Rayleigh. Proses ini menyebabkan cahaya biru tersebar lebih banyak, sedangkan cahaya merah diteruskan hingga mencapai permukaan bulan.

Ingin tahu kapan dan bagaimana menyaksikannya? Simak panduan lengkap berikut!

Jadwal Gerhana Bulan Total 7 September 2025

Fenomena ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, meskipun jadwal puncaknya berbeda di setiap zona waktu.

Waktu Indonesia Barat (WIB)

Di wilayah seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, semua fase gerhana dapat diamati secara penuh.

• Mulai (penumbra): Pukul 22.26 WIB
• Gerhana sebagian: Pukul 23.26 WIB
• Gerhana total dimulai: Pukul 00.30 WIB (tanggal 8 September)
• Puncak gerhana: Pukul 01.11 WIB
• Gerhana total berakhir: Pukul 01.53 WIB
• Gerhana sebagian berakhir: Pukul 02.56 WIB
• Gerhana selesai: Pukul 03.56 WIB

Waktu Indonesia Tengah (WITA)
Untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sulawesi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, gerhana akan dimulai pada pukul 23.26 WITA dan berakhir pukul 04.56 WITA.

• Mulai (penumbra): Pukul 23.26 WITA
• Gerhana sebagian: Pukul 00.26 WITA (tanggal 8 September)
• Gerhana total dimulai: Pukul 01.30 WITA
• Puncak gerhana: Pukul 02.11 WITA
• Gerhana total berakhir: Pukul 02.53 WITA
• Gerhana sebagian berakhir: Pukul 03.56 WITA
• Gerhana selesai: Pukul 04.56 WITA

Waktu Indonesia Timur (WIT)

Di Maluku dan Papua, gerhana akan dimulai pukul 00.26 WIT (tanggal 8 September) dan berakhir pukul 05.56 WIT. Namun, di Papua bagian timur, bulan mungkin sudah terbenam sebelum fase terakhir selesai.

• Mulai (penumbra): Pukul 00.26 WIT
• Gerhana sebagian: Pukul 01.26 WIT
• Gerhana total dimulai: Pukul 02.30 WIT
• Puncak gerhana: Pukul 03.11 WIT
• Gerhana total berakhir: Pukul 03.53 WIT
• Gerhana sebagian berakhir: Pukul 04.56 WIT
• Gerhana selesai: Pukul 05.56 WIT

Cara Menyaksikan Gerhana Bulan Total

Fenomena ini dapat dinikmati dengan berbagai cara, baik langsung maupun secara daring.

• Lihat Langsung di Langit Malam Gerhana bulan total bisa disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat bantu. Untuk tampilan yang lebih detail, Anda bisa menggunakan teleskop atau teropong. Pastikan cuaca cerah dan minim polusi cahaya agar pengalaman Anda lebih maksimal.

• Ikut Acara Pengamatan Bersama Beberapa lembaga mengadakan acara nonton bareng. Misalnya, BMKG Kalimantan Selatan, akan ada acara “Pengamatan Gerhana Bulan” pada 7 September di Lapangan Murjani Banjarbaru, yang dimulai pukul 19.00 WITA, dengan kegiatan seperti diskusi astronomi dan pengamatan langsung.

• Saksikan Secara Daring Jika Anda tidak bisa keluar rumah, Anda tetap bisa menikmati fenomena ini secara daring. BMKG akan menayangkan langsung melalui laman resminya di gerhana.bmkg.go.id. Selain itu, Anda juga bisa menonton siaran langsung dari YouTube Channel Virtual Telescope Project yang dimulai pukul 17.45 UTC.

Jadi, sudah siap menyaksikan fenomena langka ini? Jangan lupa siapkan kamera dan nikmati keindahan langit malam!

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kecam Pelecehan Seksual Atlet Menembak Remaja, Menpora Dukung Penegakan Hukum & Pelindungan Korban

24 Juni 2026 - 17:54 WIB

Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh Diluncurkan, Kini Pekerja Dapat Akses Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Polri

24 Juni 2026 - 17:45 WIB

Menpora Serahkan SK Tuan Rumah PON XXII 2028 kepada DKI Jakarta, NTT & NTB

24 Juni 2026 - 17:41 WIB

Tekan Biaya Tinggi Logistik di Indonesia, ASPERINDO Gandeng Industri Pos & Logistik

24 Juni 2026 - 17:38 WIB

Melalui OOC, Indonesia Sampaikan 4 Komitmen Baru untuk Perkuat Tata Kelola Laut

24 Juni 2026 - 17:35 WIB

Jalan Sungai Ulin–Mataraman Kembali Memakan Korban, Sebuah Truk Terbalik Usai Pecah Ban di Tikungan

24 Juni 2026 - 14:09 WIB

Trending di Banjarbaru