Banjarmasin, Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini merupakan bagian integral dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni Kalsel Bekerja menuju Gerbang Logistik Kalimantan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menyampaikan hal ini dalam Workshop Peningkatan Ekonomi Keluarga melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Koperasi di Banjarmasin, Selasa (14/10/2025).
Gusti Yanuar menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai program yang berpihak pada UMKM dan koperasi. Salah satunya adalah implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 yang mencakup kemudahan pendirian usaha, perizinan, fasilitasi pembiayaan, hingga perluasan akses pasar.
“Melalui regulasi dan program yang sudah disiapkan, kami ingin memastikan pelaku usaha kecil dan koperasi benar-benar naik kelas, mandiri, dan mampu menciptakan dampak ekonomi bagi keluarganya,” ujar Gusti Yanuar.
Ia juga memaparkan sejumlah program strategis Diskop UKM Kalsel untuk tahun 2025, antara lain bimbingan teknis koperasi modern, pelatihan digitalisasi, fasilitasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta program One Pesantren One Product (OPOP).
Kewajiban Ruang Promosi 30 Persen
Sebagai bentuk keberpihakan, Pemprov Kalsel telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pemberdayaan Usaha Kecil. Pergub ini mewajibkan instansi pemerintah maupun swasta menyediakan minimal 30 persen ruang promosi dan pengembangan usaha kecil pada area komersial dan infrastruktur publik.
“Kebijakan ini menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah kepada UMKM agar mereka punya ruang untuk tumbuh dan bersaing,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Gusti Yanuar menyoroti upaya pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Koperasi ini ditargetkan mengelola berbagai unit usaha mulai dari logistik hingga layanan pangan dengan bunga pinjaman hanya 6 persen per tahun.
Dukungan Permodalan dan Ekonomi Kreatif
Dari sisi permodalan, pemerintah telah menyalurkan KUR 2025 senilai Rp5,69 triliun, dengan realisasi hingga September mencapai 66,13 persen. Dukungan ini diperkuat oleh sejumlah program kredit daerah seperti Kredit Bahuma di Banjarmasin dan Kredit Gerbang Emas di Tabalong.
Selain itu, Diskop UKM Kalsel juga fokus pada penguatan ekonomi kreatif. Hal ini diwujudkan melalui pelatihan desain kemasan, digital marketing, dan peningkatan mutu produk agar pelaku UMKM lebih kompetitif.
“Kreativitas adalah kunci agar produk kita bisa menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjadikan koperasi serta UMKM sebagai motor penggerak menuju Kalimantan Selatan yang sejahtera.

