Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

SENI BUDAYA · 29 Okt 2025 16:19 WIB

H Mansyur Dorong Pelestarian Seni Budaya Seluruh Etnis di Kabupaten Banjar


 Ketua Dewan Penasehat Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banjar, H. Mansyur saat menghadiri FGD Ketahanan Seni Budaya, yang digelar Badan Kesbangpol Banjar, di Hotel Rodhita Banjarbaru, Selasa (28/10/2025). Foto: Haris Perbesar

Ketua Dewan Penasehat Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banjar, H. Mansyur saat menghadiri FGD Ketahanan Seni Budaya, yang digelar Badan Kesbangpol Banjar, di Hotel Rodhita Banjarbaru, Selasa (28/10/2025). Foto: Haris

Martapura, Ricek.ID – Ketua Dewan Penasehat Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banjar, H. Mansyur, mendorong para tokoh masyarakat agar aktif melestarikan seni dan budaya dari seluruh suku dan etnis, termasuk suku non-Banjar.

Menurutnya, keberagaman budaya adalah warisan penting yang harus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.

“Contohnya seperti saya orang Madura, mesti ada kesenian Madura. Begitu juga harus ada kesenian Jawa, Batak, dan banyak lagi yang lainnya,” ujar H. Mansyur dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Seni Budaya, yang digelar Badan Kesbangpol Banjar, di Hotel Rodhita Banjarbaru, Selasa (28/10/2025).

H. Mansyur meminta setiap tokoh di kalangan masing-masing memberikan dukungan penuh dan mendorong anak cucu untuk menjaga budayanya. Ia menekankan bahwa budaya berfungsi sebagai pengingat identitas bagi generasi penerus.

“Budaya ini menjadi pengingat bagi anak cucu kita. Kalau nantinya kita sudah meninggal dan budaya kita bubar, mereka mau bertanya kepada siapa? Ini yang terjadi jika kita orang tua tidak melestarikan,” tegas ayah kandung Bupati Banjar ini.

Ia menambahkan, bahwa di Kabupaten Banjar punya keberagaman suku dan melahirkan banyak generasi potensi yang dapat digali. Tak hanya di bidang seni budaya, tapi juga termasuk olahraganya.

“Saya berharap, kepala dinas terkait dapat memaksimalkan potensi ini, karena sejauh ini belum dimaksimalkan betul,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga Pariwisata (Disbudporapar) Banjar, Irwan Jaya, menyatakan pihaknya setuju dan telah melakukan berbagai upaya penguatan budaya melalui program-program dinas.

Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah mengajukan registrasi untuk kesenian musik panting dan kintu di tingkat nasional.

“Saya setuju agar pemerintah daerah mengembangkan keberagaman berbagai suku dan ras melalui kesenian dan kebudayaan,” tutup Irwan Jaya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pameran Tunggal “Intan Banua” Muslim Anang Abdullah Hadirkan Lebih dari 40 Karya di Taman Budaya Kalsel

12 September 2026 - 18:53 WIB

Tari Njipah Bawa Suluh Banua Tabalong Angkat Tradisi Dayak Deah Menuju Parade Tari Nusantara di TMII

9 September 2026 - 19:49 WIB

FKTD Kalsel 2026 Angkat Tema “Napas Bumi & Laut”, Penyaji Terbaik Akan Tampil di Parade Tari Nusantara

9 September 2026 - 19:46 WIB

Disbudporapar Banjar Perkuat Promosi Budaya Lewat Media Digital

17 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Potensi Budaya Kabupaten Banjar Jadi Daya Tarik Wisata dan Penggerak Ekonomi

17 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Usia ke-76 Kabupaten Banjar, Perkuat Regenerasi untuk Jaga Warisan Budaya

17 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Trending di ADVERTORIAL