Menu

Mode Gelap
Karhutla di Cindai Alus Martapura, Kabel Listrik Putus Hambat Pemadaman MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang

KESEHATAN · 5 Feb 2026 16:25 WIB

Antisipasi Virus Nipah Pemprov Kalsel Perkuat Sistem Kesehatan


 Antisipasi Virus Nipah Pemprov Kalsel Perkuat Sistem Kesehatan Perbesar

Banjarmasin, Ricek.ID – Meski belum ditemukan satu pun kasus Virus Nipah di Kalimantan Selatan hingga akhir Januari 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memilih mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat kesiapsiagaan sistem kesehatan di seluruh daerah.

Langkah ini dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) sebagai tindak lanjut Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang kesiapsiagaan terhadap penyakit zoonosis emerging, termasuk Virus Nipah yang dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kalsel, Anhar Ihwan, menyebutkan bahwa penguatan kewaspadaan difokuskan pada deteksi dini dan respons cepat di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Walaupun belum ada laporan kasus, kami tidak ingin menunggu sampai kejadian. Rumah sakit dan puskesmas diminta meningkatkan kewaspadaan sejak dini sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat,” ujar Anhar, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, seluruh fasilitas kesehatan di Kalimantan Selatan telah diingatkan untuk memperketat surveilans epidemiologi, khususnya pada pasien dengan gejala demam akut yang disertai gangguan pernapasan atau gangguan saraf, terutama jika memiliki riwayat paparan risiko.

Pendekatan ini dinilai penting mengingat Virus Nipah dapat berkembang cepat dan menyebabkan komplikasi berat apabila terlambat ditangani.

“Kunci pengendalian ada pada kecepatan. Jika ada gejala yang mengarah, pelaporan harus dilakukan segera agar penanganan bisa lebih efektif,” jelas Anhar.

Selain itu, Dinkes Kalsel juga memperkuat penerapan standar pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di fasilitas kesehatan, termasuk kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko penularan di lingkungan pelayanan kesehatan.

Tidak hanya fokus pada fasilitas kesehatan, Dinkes Kalsel juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mencurigakan.

“Belum ada kasus bukan berarti kita lengah. Kesiapsiagaan adalah cara terbaik agar Kalimantan Selatan tetap aman,” tegas Anhar.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh virus dari genus Henipavirus dengan reservoir alami kelelawar buah (Pteropus). Penularan dapat terjadi melalui hewan perantara, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat antar manusia.

Secara klinis, infeksi Virus Nipah dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut hingga gangguan saraf berat seperti ensefalitis, dengan tingkat kematian dilaporkan mencapai 40 hingga 75 persen. Meski hingga saat ini Indonesia belum pernah mencatat kasus pada manusia, peningkatan kewaspadaan terus dilakukan mengingat potensi risiko di kawasan Asia Tenggara.

Dengan langkah antisipatif ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap mampu menjaga kesiapan sistem kesehatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat. (MC Kalsel)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Rapat Koordinasi Karhutla Bersama Forkopimda Kalsel, Muhidin Tegaskan Optimalisasi Pemadaman Terus Dilakukan

17 September 2026 - 20:02 WIB

Wagub Kalsel Hadiri Seminar Kebangsaan & Kuliah Perdana IAI KHAS Al-Arsyadi Kandangan

16 September 2026 - 21:47 WIB

Sambangi Korban Kapal Virgo Transport 8, Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan Uang Pribadi

16 September 2026 - 21:41 WIB

Disdukcapil Kalsel Monitoring Perekaman KTP-el Pemilih Pemula di SMAN 1 Banjarbaru

16 September 2026 - 20:05 WIB

Pemprov Kalsel Tegaskan Layanan Publik & Penguatan Fiskal Jadi Fokus RAPBD 2027

16 September 2026 - 20:03 WIB

Dispersip Kalsel Dorong Budaya Membaca & Berpikir Kritis dalam Peringatan Hari Literasi Internasional 2026

16 September 2026 - 19:04 WIB

Trending di ADVERTORIAL