Martapura, Ricek.ID – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti kawasan kubah dan Musala Raudhatul Anwar, Desa Melayu Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Jumat malam. Ribuan jemaah memadati lokasi untuk mengikuti puncak peringatan haul ke-88 Syekh Muhammad Kasyful Anwar bin H Ismail Al Banjari.
Setelah dua malam pelaksanaan, jemaah dari berbagai daerah kembali berdatangan dengan satu tujuan, yakni mencari keberkahan pada momentum haul ulama kharismatik tersebut. Lantunan doa, zikir, dan selawat menggema, menghadirkan nuansa religius yang mendalam di tengah jamaah yang hadir.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, sejumlah habaib, ulama, serta tokoh agama. Hadir pula mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode 2005–2015, H Rudy Arifin, yang tampak larut dalam kekhidmatan rangkaian acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah. Selanjutnya, di bawah pimpinan Tuan Guru Munawir dan Tuan Guru Munawar, jemaah mengikuti pembacaan Surah Yasin, selawat kamilah, Dalail Khairat, serta pembacaan kitab Datuk Kasyful Anwar.
Memasuki waktu setelah salat Isya, suasana kian syahdu. Lantunan syair maulid yang dipimpin Tuan Guru Hakim menggema, mengalirkan ketenangan bagi para jemaah. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan zikir, nasyid, dan doa bersama yang sarat makna spiritual.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ilham Humaidi menyampaikan pesan tentang pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai kunci ketenteraman hidup. Ia menegaskan bahwa ketenangan sejati hanya dapat diraih melalui hubungan yang kuat dengan Sang Pencipta serta memperbanyak istigfar dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Tidak ada ketentraman yang sesungguhnya melainkan ketika seorang hamba terhubung dengan Allah SWT dan terkoneksi dengan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya di hadapan ribuan jemaah.
Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan istigfar dan selawat sebagai amalan utama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, orang yang paling beruntung di hari kiamat adalah mereka yang memperbanyak kedua amalan tersebut.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan sunah Nabi, mencintai ahlul bait, serta mengikuti para ulama sebagai pewaris ajaran Rasulullah SAW.
Menambah kekhidmatan malam puncak haul, turut dilaksanakan prosesi akad nikah Miftahul Jannah, putri ketiga Tuan Guru Abdul Hakim, dengan Muhammad Jefri, putra keempat dari Ahmadi. Prosesi sakral tersebut semakin melengkapi suasana penuh berkah dalam peringatan haul yang berlangsung khusyuk dan sarat nilai spiritual.

