Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

KALBAR · 24 Apr 2026 07:52 WIB

Orangutan Masuk Permukiman Tim Gabungan Evakuasi dari Kebun Warga


 Petugas gabungan saat melakukan proses evakuasi orangutan dari area permukiman warga guna mencegah konflik dan memastikan keselamatan satwa dilindungi tersebut. Perbesar

Petugas gabungan saat melakukan proses evakuasi orangutan dari area permukiman warga guna mencegah konflik dan memastikan keselamatan satwa dilindungi tersebut.

Ricek.ID- Seekor Orangutan masuk ke permukiman dan merusak perkebunan warga di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat, Kamis (23/4/2026).

Menindaklanjuti hal tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI), Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), TNI, dan Polri melakukan observasi, identifikasi, serta evakuasi guna mencegah konflik antara manusia dan satwa dilindungi.

Kapolres Kayong Utara, Adi Prabowo, mengatakan pihaknya turut melakukan pendampingan di lokasi kejadian. Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya kerusakan tanaman yang cukup signifikan akibat aktivitas satwa tersebut.

“Kami melakukan identifikasi dan observasi bersama tim gabungan dari YIARI, BKSDA, TNGP, TNI, serta masyarakat. Hasil pemeriksaan memastikan adanya tanda-tanda keberadaan orang utan di area perkebunan warga,” ujarnya.

Setelah dilakukan verifikasi lapangan, tim memutuskan untuk mengevakuasi orangutan tersebut sebagai langkah mitigasi konflik. Proses pemindahan dilakukan secara hati-hati demi menjaga keselamatan satwa dan warga sekitar.

“Evakuasi berjalan lancar. Saat ini orang utan telah dipindahkan ke Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, yang merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Palung,” tambahnya.

Ia menegaskan, pendampingan ini tidak hanya bertujuan mengevakuasi satwa, tetapi juga untuk mengidentifikasi penyebab keluarnya orangutan dari habitat alaminya, sekaligus mencegah tindakan yang dapat membahayakan satwa dilindungi tersebut.

Upaya ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar di kawasan tersebut.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gegerkan Warga Sekumpul, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kontrakan

5 Agustus 2026 - 06:21 WIB

KM Mutiara Sentosa II Terbakar, Kemenhub Gerak Cepat Evakuasi Penumpang

3 Agustus 2026 - 07:50 WIB

Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia

2 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura

2 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru

2 Agustus 2026 - 12:15 WIB

DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

1 Agustus 2026 - 07:36 WIB

Trending di HEADLINE