Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

KALBAR · 24 Apr 2026 07:52 WIB

Orangutan Masuk Permukiman Tim Gabungan Evakuasi dari Kebun Warga


 Petugas gabungan saat melakukan proses evakuasi orangutan dari area permukiman warga guna mencegah konflik dan memastikan keselamatan satwa dilindungi tersebut. Perbesar

Petugas gabungan saat melakukan proses evakuasi orangutan dari area permukiman warga guna mencegah konflik dan memastikan keselamatan satwa dilindungi tersebut.

Ricek.ID- Seekor Orangutan masuk ke permukiman dan merusak perkebunan warga di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat, Kamis (23/4/2026).

Menindaklanjuti hal tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI), Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), TNI, dan Polri melakukan observasi, identifikasi, serta evakuasi guna mencegah konflik antara manusia dan satwa dilindungi.

Kapolres Kayong Utara, Adi Prabowo, mengatakan pihaknya turut melakukan pendampingan di lokasi kejadian. Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya kerusakan tanaman yang cukup signifikan akibat aktivitas satwa tersebut.

“Kami melakukan identifikasi dan observasi bersama tim gabungan dari YIARI, BKSDA, TNGP, TNI, serta masyarakat. Hasil pemeriksaan memastikan adanya tanda-tanda keberadaan orang utan di area perkebunan warga,” ujarnya.

Setelah dilakukan verifikasi lapangan, tim memutuskan untuk mengevakuasi orangutan tersebut sebagai langkah mitigasi konflik. Proses pemindahan dilakukan secara hati-hati demi menjaga keselamatan satwa dan warga sekitar.

“Evakuasi berjalan lancar. Saat ini orang utan telah dipindahkan ke Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, yang merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Palung,” tambahnya.

Ia menegaskan, pendampingan ini tidak hanya bertujuan mengevakuasi satwa, tetapi juga untuk mengidentifikasi penyebab keluarnya orangutan dari habitat alaminya, sekaligus mencegah tindakan yang dapat membahayakan satwa dilindungi tersebut.

Upaya ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar di kawasan tersebut.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

20 September 2026 - 18:10 WIB

Kebakaran di Desa Panggung Tanah Laut, Teras dan Gudang Ludes

20 September 2026 - 17:54 WIB

Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

20 September 2026 - 01:41 WIB

Karhutla di Cindai Alus Martapura, Kabel Listrik Putus Hambat Pemadaman

18 September 2026 - 19:33 WIB

Kecelakaan Tragis di Jorong, 5 Orang Korban Luka-luka Dievakuasi ke IGD

17 September 2026 - 21:02 WIB

Trending di HEADLINE