Menu ✖

Mode Gelap
Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan

NASIONAL · 20 Mei 2026 19:52 WIB

Kemenhaj Sediakan 3 Juta Paket Makanan Siap Santap Saat Armuzna


 Kemenhaj Sediakan 3 Juta Paket Makanan Siap Santap Saat Armuzna Perbesar

Ricek.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI pastikan pasokan logistik bagi jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 1447 H/2026 M dalam kondisi aman. Untuk mendukung mobilitas tinggi dan menjaga stamina jemaah, pemerintah telah menyiapkan skema logistik khusus berupa jutaan paket makanan siap santap (ready to eat/RTE).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji (PEEHU) Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, saat memberikan keterangan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah pada Selasa (19/5/2026) menyatakan bahwa total kebutuhan konsumsi siap santap untuk seluruh jemaah haji Indonesia selama fase krusial tersebut telah dihitung secara presisi.

“Total RTE yang kita butuhkan untuk fase Armuzna, totalnya sekitar 3.082.200 paket. Ini kita bagi dalam dua kategori besar,” ujarnya.

Jaenal merinci kategori pertama ditujukan untuk kebutuhan hari-hari utama Armuzna, yakni pada 8 hingga 12 Dzulhijjah, dengan volume mencapai 1.849.680 paket. Pengadaan ini melibatkan kerja sama antara syarikah Arab Saudi dengan PT Halalan Thayyiban dan Family Food.

Sementara itu, kategori kedua disiapkan sebanyak 1.232.520 paket untuk memenuhi kebutuhan jemaah pada tanggal 7, 8, dan 13 Zulhijah. Paket pada fase ini diproduksi langsung oleh industri makanan asal Indonesia yang bermitra dengan perusahaan lokal di Arab Saudi.

Langkah percepatan produksi dan penyediaan makanan ini, menurut Jaenal, merupakan bagian dari strategi mitigasi pemerintah dalam mengantisipasi ketidakpastian rantai pasok global akibat situasi geopolitik saat ini.

“Kemarin karena adanya geopolitik dan kenaikan bahan baku, kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman. Alhamdulillah sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal,” tegas Jaenal.

Menjawab tantangan kejenuhan selera makan jemaah di Tanah Suci, Kemenhaj mendesain menu RTE ini agar tetap akrab dengan lidah jemaah. Variasi menu yang dihadirkan antara lain gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.

“Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain,” imbuhnya.

Dari aspek keamanan pangan, Jaenal menjamin bahwa paket makanan RTE ini memiliki daya tahan hingga 18 bulan. Ia juga meminta seluruh petugas di lapangan untuk aktif memberikan edukasi terkait cara konsumsi yang praktis ini kepada jemaah.

“Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi. Mudah-mudahan jemaah bisa nyaman beribadah dan fokus karena kebutuhan makan selama Armuzna tercukupi,” pungkas Jaenal.

Sumber : haji.go.id

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Konsolidasi Nasional K-Gibran di Solo, Delegasi Kalsel Hadir dengan 14 Pengurus

31 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Riset Jadi Solusi Nyata, Presiden Ingin Karhutla Diatasi, Limbah Sawit Jadi Energi, Vaksin Malaria Dipercepat

27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Menko Hilirisasi Sebut Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura tidak Melanggar Kontrak

27 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Pengangguran Turun ke 4,65 Persen, Pasar Kerja Indonesia Tunjukkan Tren Positif

27 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Tangani Kejahatan Digital, Kemkomdigi Perkuat Sinergi dengan Polri

27 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

27 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Trending di HUKUM