Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

DAERAH · 21 Mei 2026 20:20 WIB

Ancaman Karhutla 2026, Dishut Kalsel Perkuat Pengamanan Hutan & Kesiapsiagaan


 Ancaman Karhutla 2026, Dishut Kalsel Perkuat Pengamanan Hutan & Kesiapsiagaan Perbesar

Ricek.ID – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) terus berupaya memperkuat perlindungan kawasan hutan menyusul prediksi cuaca ekstrem serta meningkatnya kerawanan gangguan keamanan hutan pada 2026.

Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Hutan dan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 yang digelar di Aula Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan belum lama ini.

Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dishut Kalsel Rudiono Herlambang, mewakili Kepala Dinas Kehutanan Kalsel. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalsel, Kepala UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, serta jajaran Kepala Seksi Pengamanan Hutan dari masing-masing wilayah kerja.

Rudiono di Banjarbaru pada Kamis (21/5/2026) menyampaikan data berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi fenomena El Nino yang diprediksi menguat pada awal semester II tahun 2026.

“Musim kemarau tahun 2026 datang lebih awal dibanding kondisi normal. Berdasarkan data grafik, pergerakan kemarau dimulai secara bertahap sejak April sebesar 2,6 persen, meningkat pada Mei sebesar 43,6 persen dan Juni 42,8 persen. Puncaknya diproyeksikan terjadi pada Juli hingga September. Seluruh wilayah Kalimantan Selatan diprediksi mengalami sifat kemarau bawah normal atau lebih kering dari biasanya,” ujarnya.

Selain ancaman cuaca ekstrem, tantangan pengamanan kawasan hutan juga menjadi perhatian serius. Diketahui bahwa luas kawasan hutan di Kalsel mencapai sekitar 1.653.687 hektare, sementara jumlah personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang tersedia hanya 68 orang, terdiri dari 60 ASN dan 8 PPPK.

Meski demikian, keterbatasan personel tersebut tidak mengurangi komitmen dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai ancaman.

“Keterbatasan personel bukan alasan untuk mengendurkan pengawasan. Tahun ini, upaya pencegahan gangguan hutan dioptimalkan melalui integrasi langkah pre-emtif dan preventif yang didukung teknologi modern seperti Global Forest Watch (GFW) dan sistem Smart Patrol,” tegasnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Dishut Kalsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan personel di lapangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital guna menjaga kelestarian kawasan hutan Kalsel dari ancaman kebakaran maupun gangguan keamanan hutan sepanjang tahun 2026.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jenguk Korban Kapal Virgo Transport 8 di Rumah Sakit, Gubernur Kalsel Perintahkan Percepat Pelayanan untuk Korban

14 September 2026 - 21:02 WIB

Fathul Jannah Muhidin Gaungkan Penguatan Posyandu 6 SPM & PAUD Ramah Anak

14 September 2026 - 20:57 WIB

Dorong Kehadiran Perpustakaan Desa, Fathul Jannah Ajak Kader Posyandu Giatkan Aktivitas Membaca

14 September 2026 - 20:52 WIB

Wagub Kalsel Hadiri Majelis Taklim Bulanan Ahbabul Musthofa & Peringatan Maulid Nabi Bersama Habib Syech

14 September 2026 - 20:49 WIB

Kapolres Tanah Laut Minta Personelnya Jaga Nama Baik Institusi & Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:38 WIB

Indocement Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Musim Kemarau

14 September 2026 - 17:33 WIB

Trending di ADVERTORIAL