Menu

Mode Gelap
Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

DAERAH · 21 Mei 2026 20:20 WIB

Ancaman Karhutla 2026, Dishut Kalsel Perkuat Pengamanan Hutan & Kesiapsiagaan


 Ancaman Karhutla 2026, Dishut Kalsel Perkuat Pengamanan Hutan & Kesiapsiagaan Perbesar

Ricek.ID – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) terus berupaya memperkuat perlindungan kawasan hutan menyusul prediksi cuaca ekstrem serta meningkatnya kerawanan gangguan keamanan hutan pada 2026.

Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Hutan dan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 yang digelar di Aula Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan belum lama ini.

Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dishut Kalsel Rudiono Herlambang, mewakili Kepala Dinas Kehutanan Kalsel. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalsel, Kepala UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, serta jajaran Kepala Seksi Pengamanan Hutan dari masing-masing wilayah kerja.

Rudiono di Banjarbaru pada Kamis (21/5/2026) menyampaikan data berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi fenomena El Nino yang diprediksi menguat pada awal semester II tahun 2026.

“Musim kemarau tahun 2026 datang lebih awal dibanding kondisi normal. Berdasarkan data grafik, pergerakan kemarau dimulai secara bertahap sejak April sebesar 2,6 persen, meningkat pada Mei sebesar 43,6 persen dan Juni 42,8 persen. Puncaknya diproyeksikan terjadi pada Juli hingga September. Seluruh wilayah Kalimantan Selatan diprediksi mengalami sifat kemarau bawah normal atau lebih kering dari biasanya,” ujarnya.

Selain ancaman cuaca ekstrem, tantangan pengamanan kawasan hutan juga menjadi perhatian serius. Diketahui bahwa luas kawasan hutan di Kalsel mencapai sekitar 1.653.687 hektare, sementara jumlah personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang tersedia hanya 68 orang, terdiri dari 60 ASN dan 8 PPPK.

Meski demikian, keterbatasan personel tersebut tidak mengurangi komitmen dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai ancaman.

“Keterbatasan personel bukan alasan untuk mengendurkan pengawasan. Tahun ini, upaya pencegahan gangguan hutan dioptimalkan melalui integrasi langkah pre-emtif dan preventif yang didukung teknologi modern seperti Global Forest Watch (GFW) dan sistem Smart Patrol,” tegasnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Dishut Kalsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan personel di lapangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital guna menjaga kelestarian kawasan hutan Kalsel dari ancaman kebakaran maupun gangguan keamanan hutan sepanjang tahun 2026.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Panen Perdana Padi Apung, DPKP Kalsel Sukses Manfaatkan Lahan Rawa

21 Mei 2026 - 20:57 WIB

Tarik Wisatawan, Geopark Meratus Kalsel Angkat Tema “Soul of Borneo”

21 Mei 2026 - 20:51 WIB

Dorong CSR Tepat Sasaran, Pemko Banjarbaru Gelar Rakor Bersama 52 Perusahaan

21 Mei 2026 - 20:38 WIB

Dispersip Banjar Tanamkan Budaya Membaca Sejak Dini Melalui Lomba Bertutur

21 Mei 2026 - 20:30 WIB

Perkuat Pelayanan, Wali Kota Banjarmasin Dorong Penguatan Pemahaman HAM ASN Kesehatan

21 Mei 2026 - 20:25 WIB

Puncak Hardiknas 2026, Pemkab Banjar Apresiasi Guru & Siswa Berprestasi

21 Mei 2026 - 20:15 WIB

Trending di ADVERTORIAL