Menu

Mode Gelap
Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

EKOBIS · 22 Mei 2026 18:49 WIB

Purbaya Pastikan Indonesia Mampu Jaga Defisit di Bawah 3 Persen


 Purbaya Pastikan Indonesia Mampu Jaga Defisit di Bawah 3 Persen Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah masih mampu mengendalikan fiskal nasional. Hal ini diungkapkannya Purbaya saat menanggapi kekhawatiran terkait lonjakan belanja pemerintah dan potensi defisit APBN yang melewati batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),

Dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta pada Jumat (22/5/2026), Menkeu menjelaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga menggerakkan sektor swasta melalui peningkatan likuiditas perbankan.

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah memindahkan dana pemerintah sekitar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional agar kredit kepada masyarakat dan dunia usaha meningkat,” tegas Purbaya.

Selain itu, lanjut Menkeu, pemerintah juga mendorong kementerian dan lembaga untuk mempercepat realisasi anggaran sejak awal tahun guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Purbaya mengungkapkan defisit APBN yang sempat mencapai 0,93 persen terhadap PDB pada Maret 2026, mulai membaik menjadi 0,64 persen pada April 2026.

Ia menyebut perbaikan tersebut didorong oleh reformasi perpajakan dan peningkatan penerimaan negara.

“Primary surplus juga sudah kembali positif. Artinya fiskal kita kembali berada pada jalur yang berkelanjutan,” ujarnya Menkeu Purbaya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menanggapi persepsi sebagian masyarakat yang merasa kondisi ekonomi saat ini lebih sulit dibandingkan data resmi pemerintah.

Ia menyoroti adanya perbedaan antara data statistik yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi, penurunan inflasi, dan berkurangnya angka pengangguran dengan persepsi publik yang merasa harga kebutuhan pokok meningkat dan lapangan kerja semakin sulit.

Menurutnya, sebagian persepsi negatif tersebut dipengaruhi oleh narasi media sosial yang ia sebut sebagai “ekonomi TikTok”.

Meski demikian, Purbaya mengaku tetap melakukan evaluasi serius terhadap kondisi ekonomi di lapangan.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, penjualan mobil pada April 2026 meningkat 55 persen, sementara penjualan sepeda motor tumbuh 28 persen. Selain itu, konsumsi listrik dan distribusi bahan bakar minyak juga masih menunjukkan tren pertumbuhan positif. Data tersebut dinilai mencerminkan daya beli masyarakat yang masih cukup kuat.

Menkeu juga membantah anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini semata-mata ditopang belanja pemerintah. Menurutnya, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi tetap dominan dibandingkan belanja negara.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Bersama Pekerja Tambak BUBK Kebumen, Prabowo Panen Raya Udang Vannamei

23 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pemerintah Permudah Akses Pendanaan Dana Indonesiaraya bagi Pelaku Budaya

23 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kemenbud Tetapkan 430 Cagar Budaya Nasional Baru Sepanjang Maret-April 2026

23 Mei 2026 - 18:42 WIB

Jelang Puncak Haji, Seluruh Jemaah Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci

23 Mei 2026 - 18:28 WIB

Mulai 1 Juni, Strategi Besar DHE & Ekspor SDA Dijalankan untuk Perkuat Devisa Nasional

23 Mei 2026 - 18:13 WIB

Pastikan Dana Desa Berdampak, Pemerintah Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang/Jasa

23 Mei 2026 - 18:00 WIB

Trending di NASIONAL